Education
10 Jurusan UGM Sepi Peminat: Peluang Lolos Besar

Semarang (usmnews)– Persaingan untuk menembus Universitas Gadjah Mada (UGM) memang terkenal sangat ketat setiap tahunnya. Namun, calon mahasiswa cerdas bisa memanfaatkan celah strategi dengan memilih jurusan UGM sepi peminat. Meski memiliki jumlah pendaftar yang minim, jurusan-jurusan ini justru menyimpan potensi karir yang sangat menjanjikan di masa depan.
Banyak siswa terjebak pada stigma bahwa jurusan populer menjamin kesuksesan. Akibatnya, mereka bertumpuk di program studi favorit seperti Kedokteran atau Hukum, sementara peluang emas di jurusan lain terabaikan. Padahal, lulusan dari program studi yang kurang populer ini justru banyak dicari oleh perusahaan multinasional dan instansi pemerintah.

Daftar Jurusan UGM Sepi Peminat dengan Peluang Besar
Melansir data dan analisis dari Detik.com, terdapat beberapa program studi yang memiliki tingkat persaingan (keketatan) rendah. Kondisi ini tentu memperbesar peluang peserta untuk lolos seleksi, baik melalui jalur SNBP maupun SNBT.
Berikut adalah beberapa contoh jurusan yang sering masuk dalam kategori sepi peminat namun memiliki prospek “gacor”:
- Sastra Jawa: Meski terdengar tradisional, lulusan ini sangat dicari untuk pelestarian budaya, media, hingga peneliti bahasa.
- Akuakultur (Budidaya Perikanan): Industri perikanan Indonesia yang masif membutuhkan ahli di bidang ini.
- Mikrobiologi Pertanian: Perusahaan agroteknologi dan pupuk selalu memburu lulusan ini.
- Fisika: Dasar dari segala teknik, lulusannya bisa masuk ke berbagai sektor industri hingga pertambangan.
- Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian: Memadukan ilmu pertanian dan komunikasi sosial yang krusial bagi pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, jurusan seperti Geofisika, Sastra Prancis, hingga Sejarah juga kerap memiliki jumlah pendaftar yang tidak membludak dibandingkan jurusan “gemuk” lainnya.

Mengapa Memilih Jurusan Sepi Peminat?
Memilih jurusan UGM sepi peminat bukan berarti menurunkan standar kualitas. Justru, langkah ini merupakan strategi realistis untuk mendapatkan “jaket almamater” kampus biru tersebut. Kualitas pendidikan, fasilitas, dan jaringan alumni UGM tetap sama kuatnya di semua jurusan.
“Lulusan jurusan sepi peminat seringkali memiliki spesialisasi unik yang minim kompetitor di dunia kerja, membuat gaji mereka bisa lebih tinggi,” sebut pakar karir menanggapi fenomena ini.
Oleh karena itu, siswa kelas 12 sebaiknya mulai melakukan riset mendalam. Jangan hanya mengikuti tren teman-teman. Sebaliknya, fokuslah pada rasio keketatan dan passion pribadi. Masuk ke UGM melalui pintu yang “lebih lebar” adalah langkah awal yang cerdas untuk membangun masa depan gemilang.
Kesimpulannya, jangan remehkan program studi yang tidak populer. Siapa tahu, jalan sukses Anda justru terbuka lebar melalui jurusan-jurusan hidden gem tersebut.







