Lifestyle

Jangan Salah Pilih! 7 Makanan Ini Justru Bikin Flu Makin Parah

Published

on

Semarang(Usmnews)– Dikutip dari cnbcindonesia.com Saat virus influenza menyerang, tubuh kita memasuki mode pertahanan diri yang intens. Sistem imun bekerja ekstra keras untuk melawan infeksi, sehingga energi tubuh terkuras. Dalam kondisi ini, pilihan asupan makanan dan minuman bukan sekadar soal menghilangkan rasa lapar, melainkan menjadi faktor krusial yang menentukan seberapa cepat kita pulih.‎‎

Berdasarkan pedoman kesehatan dari berbagai institusi global seperti CDC (Centers for Disease Control and Prevention) dan NHS Inggris, kunci utama pemulihan adalah menjaga hidrasi dan menghindari iritasi pada saluran pencernaan serta pernapasan. Sayangnya, banyak penderita flu yang justru mengonsumsi makanan yang kontraproduktif.‎‎

Berikut adalah uraian mendalam mengenai apa yang sebaiknya dihindari dan apa yang disarankan untuk dikonsumsi demi mempercepat proses penyembuhan.

‎‎Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari (Pantangan)‎‎Mengonsumsi makanan yang salah dapat memperberat gejala mual, memicu dehidrasi, atau bahkan memperlambat respons imun. Berikut adalah tujuh jenis asupan yang sebaiknya Anda coret dari menu saat sedang sakit:

‎‎1. Alkohol: Musuh Utama Hidrasi‎‎

Mengonsumsi alkohol saat flu adalah langkah yang sangat tidak disarankan. Merujuk pada data CDC, alkohol memiliki efek diuretik kuat yang memicu dehidrasi. Padahal, saat flu, tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat (demam) dan lendir. Selain itu, alkohol mengganggu kualitas tidur—sebuah elemen vital dalam regenerasi sel imun. Tanpa tidur yang nyenyak dan hidrasi yang cukup, perlawanan tubuh terhadap virus akan melemah.‎‎

2. Makanan Tinggi Lemak dan Gorengan

‎‎Meskipun comfort food seperti ayam goreng atau makanan cepat saji (fast food) terlihat menggugah selera, Mayo Clinic memperingatkan bahwa sistem pencernaan bekerja jauh lebih lambat saat tubuh fokus melawan infeksi. Makanan yang berminyak dan sarat lemak jenuh sangat sulit dicerna, sehingga dapat memicu rasa mual, kembung, dan ketidaknyamanan perut yang parah. Lemak jenuh juga diketahui dapat meningkatkan peradangan (inflamasi) dalam tubuh.‎‎

3. Gula dan Makanan Manis Berlebih‎‎

Kue, permen, dan minuman manis sebaiknya dihindari. Menurut Harvard Health, lonjakan gula darah yang drastis dapat menekan kemampuan sel darah putih dalam melawan bakteri dan virus untuk sementara waktu. Artinya, sistem kekebalan tubuh Anda menjadi kurang efektif. Selain itu, tekstur dan kandungan gula pada makanan manis dapat mengiritasi tenggorokan yang sudah meradang, memicu batuk yang lebih sering.‎‎

4. Kafein Berlebihan

‎‎Seperti halnya alkohol, kafein (kopi, teh pekat, soda) memiliki sifat diuretik ringan. NHS menekankan bahwa penderita flu, terutama yang mengalami demam, sangat rentan terhadap dehidrasi. Konsumsi kafein berlebih akan mempercepat keluarnya cairan dari tubuh. Jika Anda sangat membutuhkan kopi, pastikan porsinya kecil dan selalu diimbangi dengan asupan air putih yang lebih banyak.‎‎

5. Susu dan Produk Olahannya

‎‎Ada perdebatan lama mengenai susu dan lendir. Riset yang dirangkum oleh Healthline mengklarifikasi bahwa susu sebenarnya tidak memicu produksi lendir baru. Namun, susu dapat membuat tekstur lendir yang sudah ada menjadi lebih kental dan sulit dikeluarkan pada sebagian orang. Jika setelah minum susu tenggorokan terasa tidak nyaman atau “penuh”, sangat disarankan untuk menghentikannya sementara hingga gejala mereda.‎‎

6. Makanan Pedas

‎‎Cabai dan makanan bersaus pedas bagaikan pedang bermata dua. Bagi sebagian orang, capsaicin dalam cabai membantu mengencerkan lendir hidung. Namun, Mayo Clinic mengingatkan bahwa bagi mereka yang perutnya sensitif atau sedang mengalami mual akibat flu, makanan pedas justru dapat memicu sakit perut hebat, diare, dan memperparah iritasi pada tenggorokan yang sakit.‎‎

7. Makanan Mentah atau Setengah Matang

‎‎Saat flu, sistem imun sedang berada di titik terlemahnya. CDC sangat menekankan untuk menghindari risiko infeksi sekunder dari bakteri Salmonella atau E. coli. Oleh karena itu, hindari steak rare, telur setengah matang, sushi mentah, atau kerang yang tidak dimasak sempurna. Menambah infeksi bakteri di atas infeksi virus flu dapat berakibat fatal atau menimbulkan komplikasi serius.‎‎

Rekomendasi Asupan Penyembuh (Anjuran)‎‎

Alih-alih mengonsumsi daftar di atas, fokuslah pada makanan yang “bersahabat” dengan perut dan mendukung imunitas, sebagaimana disarankan oleh NHS dan Mayo Clinic:‎‎

Prioritaskan Hidrasi: Air putih adalah yang terbaik. Teh herbal hangat atau air jahe juga bisa menenangkan tenggorokan.

‎‎Sup Ayam: Ini bukan sekadar mitos nenek moyang. Uap panasnya melegakan hidung tersumbat, kaldunya memberi elektrolit, dan protein ayam memberikan tenaga tanpa memberatkan lambung.‎‎

Makanan Lunak & Tawar: Bubur, roti panggang, kentang rebus, atau oatmeal memberikan energi karbohidrat yang mudah dicerna tanpa memicu mual.‎‎

Buah-buahan: Pilih buah kaya Vitamin C untuk antioksidan, namun hati-hati dengan buah yang terlalu asam jika perut Anda sedang bermasalah.

‎‎Catatan Penting: Dengarkan tubuh Anda. Jika makanan tertentu—meskipun sehat—membuat Anda mual, hentikan. Makanlah dalam porsi kecil namun sering. Jika Anda mengalami gejala gawat darurat seperti sesak napas berat atau demam tinggi yang persisten, segera cari pertolongan medis profesional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version