Lifestyle
Jangan Salah Kaprah! Skincare Pria Tak Cukup Hanya di Siang Hari
Semarang(Usmnews)– Dikutip dari kompas.com Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran paradigma yang signifikan terkait kesadaran pria terhadap kesehatan kulit. Perawatan wajah atau skincare kini tidak lagi dianggap eksklusif untuk wanita, melainkan kebutuhan dasar bagi semua orang. Kendati demikian, masih terdapat kesalahpahaman umum di kalangan pria yang menganggap bahwa penggunaan produk perawatan kulit cukup dilakukan pada pagi atau siang hari saat beraktivitas.
Padahal, pandangan medis menyatakan sebaliknya. Menurut dr. M. Akbar Wedyadhana, Sp.DVE., FINSDV., seorang ahli dermatologi, malam hari justru memegang peranan yang sangat vital dalam siklus kesehatan kulit. Saat tubuh beristirahat, kulit memasuki fase regenerasi aktif untuk memulihkan diri dari kerusakan yang terjadi akibat paparan sinar matahari, debu, dan polusi sepanjang hari.
Tiga Langkah Dasar: Kunci KonsistensiBagi pria yang baru ingin memulai perjalanan merawat kulit, dr. Dhana menyarankan agar tidak memulainya dengan langkah yang terlalu rumit atau berlapis-lapis. Kunci keberhasilan skincare pria terletak pada konsistensi melakukan tiga tahap fundamental, yaitu:
Pembersihan: Menggunakan sabun cuci muka (facial wash) untuk mengangkat kotoran.
Hidrasi: Mengaplikasikan pelembap (moisturizer) untuk menjaga <i>skin barrier</i>.
Proteksi: Menggunakan tabir surya (SPF) sebagai perisai utama di siang hari.
Tantangan Kulit Pria di Iklim Tropis IndonesiaPenting untuk dipahami bahwa kebutuhan kulit pria di Indonesia sangat spesifik dan berbeda dengan mereka yang tinggal di negara dengan empat musim. Faktor genetika dan iklim tropis yang panas serta lembap menjadi penentu utama.
Di Indonesia, intensitas paparan sinar matahari berlangsung sepanjang tahun, ditambah dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi. Kondisi ini memicu kelenjar minyak untuk bekerja lebih aktif, meningkatkan risiko produksi sebum berlebih, mempermudah timbulnya jerawat, hingga mempercepat tanda-tanda penuaan dini akibat radiasi UV dan polusi udara. Oleh karena itu, pria Indonesia memerlukan strategi perawatan yang mampu menyeimbangkan kadar minyak namun tetap memberikan perlindungan maksimal.
Targeted Therapy: Mengoptimalkan Perawatan Malam HariSelain rutin melakukan tiga langkah dasar di pagi hari, dr. Dhana sangat menekankan pentingnya perawatan malam hari yang disebut sebagai “Targeted Therapy” atau terapi terarah. Ini adalah langkah perawatan tambahan menggunakan produk topikal dengan bahan aktif spesifik yang dirancang untuk mengatasi masalah kulit tertentu.
Jika skincare pagi berfokus pada perlindungan, maka skincare malam berfokus pada perbaikan (repair). Targeted therapy bekerja secara intensif untuk:
1. Membantu proses regenerasi sel kulit baru.
2. Memperbaiki tekstur kulit yang kasar.
3. Memulihkan kesehatan lapisan kulit yang stres akibat polusi.
Investasi Jangka Panjang Melawan PenuaanSeiring bertambahnya usia, kemampuan alami kulit untuk memproduksi kolagen dan menjaga elastisitas akan menurun drastis. Hal ini bermanifestasi pada kulit yang menjadi lebih kering, kusam, kendur, dan munculnya kerutan.
Dr. Dhana menjelaskan bahwa penggunaan produk topikal di malam hari bukan sekadar soal estetika atau ketampanan semata, melainkan fungsi kesehatan. Kulit yang tidak dirawat akan kehilangan fungsi perlindungannya, membuatnya rentan terhadap gangguan eksternal maupun internal. Dengan rutin menggunakan targeted therapy di malam hari, pria dapat memperlambat proses penuaan (aging) serta menjaga kulit tetap sehat dan berfungsi optimal sebagai pelindung tubuh.