Business

InJourney Menapaki Usia Ke-4: Transformasi Menuju Pariwisata Hijau dan Berkualitas

Published

on

Semarang (usmnews)– Dikutip dari detik.com Memasuki usia operasional yang keempat, InJourney (Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung) menegaskan kembali komitmennya terhadap masa depan pariwisata Indonesia yang lebih berkelanjutan. Perayaan ulang tahun ini tidak sekadar menjadi seremonial, melainkan momentum bagi perusahaan untuk meluncurkan visi besar bertajuk ‘InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia’. Dalam jumpa pers yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026, Direktur Utama InJourney, Maya Watono, memaparkan peta jalan perusahaan yang kini menitikberatkan pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kelestarian lingkungan. Fokus utama tahun ini adalah implementasi langkah-langkah konkret untuk mengurangi dampak ekologis dari aktivitas pariwisata.

Target Ambisius: Reduksi Jejak KarbonLangkah agresif InJourney didasari oleh evaluasi kinerja tahun sebelumnya. Maya Watono mengungkapkan bahwa tingginya volume aktivitas—yang mencatat 9,8 juta pengunjung di berbagai destinasi wisata dan pergerakan 157 juta penumpang di 37 bandara kelolaan InJourney—secara otomatis menghasilkan jejak karbon (carbon footprint) yang sangat masif.Merespons hal tersebut, InJourney menetapkan target lingkungan yang spesifik dan terukur untuk tahun ini: pengurangan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari tanggung jawab korporasi terhadap perubahan iklim yang kian nyata. Untuk mencapai target ribuan ton reduksi karbon tersebut, InJourney telah merancang dan mengeksekusi berbagai inisiatif hijau yang menyentuh berbagai lini operasionalnya.

Transisi Energi Terbarukan: Pemasangan panel surya (solar panel) menjadi prioritas utama. Saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai telah menjadi pionir dalam penggunaan energi surya ini. Maya menegaskan bahwa inisiatif ini akan diekspansi secara bertahap ke 37 bandara lain di bawah naungan InJourney. Konservasi Alam: Upaya pemulihan ekosistem dilakukan melalui pengembangan area mangrove, khususnya di kawasan Mandalika dan Nusa Dua. Selain itu, penanaman pohon secara masif terus digalakkan di berbagai aset destinasi wisata.Teknologi & Manajemen Limbah: InJourney menerapkan teknologi Reverse Osmosis di Nusa Dua untuk pengelolaan air yang efisien. Di sektor perhotelan, seluruh akomodasi yang dikelola InJourney kini diwajibkan menerapkan manajemen limbah (waste management) yang ketat serta mulai beralih menggunakan kendaraan listrik (EV) untuk operasional.

Pergeseran Paradigma: Quality Tourism. Salah satu poin paling krusial yang disampaikan Maya adalah perubahan strategi bisnis dari sekadar mengejar kuantitas menjadi kualitas. InJourney tidak lagi hanya berambisi mencetak rekor jumlah pengunjung, tetapi menargetkan pariwisata berkualitas (Quality Tourism). Filosofi di balik strategi ini adalah menciptakan ekosistem di mana wisatawan memiliki tingkat pengeluaran (spending per pax) yang tinggi, sehingga dampak ekonominya besar, namun dengan jejak kerusakan lingkungan yang seminimal mungkin. Ini adalah upaya menyeimbangkan profitabilitas dengan daya dukung lingkungan. Kolaborasi Lintas Sektor: Menggandeng Pandawara Group. Menutup pemaparannya, Maya menyadari bahwa misi besar pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan sendirian. InJourney mengusung semangat kolaborasi hexahelix dengan melibatkan sektor swasta, media, hingga komunitas.

Sebagai langkah nyata dalam pelibatan komunitas, InJourney secara resmi menggandeng Pandawara Group, sebuah kelompok pemuda yang dikenal vokal dan aktif dalam aksi pembersihan lingkungan. Maya menilai gerakan Pandawara bukan sekadar aksi viral, melainkan sebuah gerakan sosial dan kebangsaan (nation movement) yang vital bagi generasi mendatang. Kerja sama ini akan difokuskan pada aspek edukasi, peningkatan kesadaran (awareness), serta penciptaan dampak sosial nyata melalui pariwisata yang bertanggung jawab.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version