Lifestyle
Mencapai Umur 416 Tahun, Tanaman Anggur Purba Methuselah Mengejutkan Para Peneliti
Semarang (usmnews) – Para ilmuwan alam kembali mencetak rekor sejarah botani yang sangat luar biasa. Mereka tidak sengaja mendapati sebuah pohon anggur kuno bernama Methuselah saat menjalankan survei spesies pohon populer. Lokasi persis penemuan biologi ini berada di Desa Zuoba, Kabupaten Zogang, wilayah dataran tinggi Tibet. Selanjutnya, para peneliti dari Universitas Kehutanan Barat Daya Tiongkok segera turun tangan menuju lokasi. Mereka langsung mengonfirmasi usia tanaman raksasa tersebut melalui metode analisis cincin kayu yang canggih. Selain itu, pakar botani juga melakukan pengukuran fisik secara teliti demi mendapatkan data akurat. Hasilnya, tanaman raksasa ini sah menyandang status tanaman anggur kuno di dunia secara resmi. Spesimen langka ini secara pasti memiliki catatan umur luar biasa yang mencapai 416 tahun. Fakta usia ratusan tahun ini tentu saja mengejutkan banyak ahli biologi dari seluruh penjuru bumi.
Situs berita Odditycentral melaporkan detail fisik pohon raksasa itu kepada publik baru-baru ini. Tanaman kuno ini menjulang tinggi hingga mencapai angka fantastis sekitar delapan meter. Kemudian, tim peneliti mencatat ukuran lingkar batang pohon tersebut mencapai 209 sentimeter. Batang utamanya juga memiliki diameter lebar yang mencapai ukuran mencolok 67 sentimeter. Fakta mengejutkan lainnya turut menyertai penemuan spesies pohon langka ini di kawasan daerah tersebut. Normalnya, kebanyakan tanaman penghasil anggur jarang berumur panjang lebih dari batas 50 tahun. Namun, tim ahli berhasil mendapati 64 spesimen tanaman anggur yang berumur seratus tahun. Para ilmuwan melihat puluhan tanaman purba ini tumbuh subur di kawasan Kabupaten Zogang. Oleh karena itu, tradisi pembuatan anggur daerah ini sukses bertahan selama ribuan tahun. Lingkungan alam setempat rupanya sangat mendukung pertumbuhan spesies tanaman ini secara sangat optimal.
Keunikan Lokasi Pertumbuhan Spesimen Anggur Kuno Asal Tiongkok
Mendapati pohon anggur liar di dataran tinggi pegunungan Tibet sungguh mengejutkan para ilmuwan. Lokasi curam tersebut tepat berada pada ketinggian ekstrem lebih dari 2.400 meter. Walaupun demikian, tanaman merambat purba ini tetap mampu tumbuh secara sangat subur. Para pakar botani menganggap fenomena alam ini sebagai bukti nyata ketahanan flora luar biasa. Alam liar menunjukkan kesabaran ekstra dalam merawat spesies tumbuhan purba tersebut sepanjang waktu. Salah seorang perwakilan tim peneliti Tiongkok mengungkapkan rasa takjubnya mengenai kelangsungan hidup pohon merambat ini. “Kami sangat takjub melihat pohon ini bertahan lama pada kondisi ekstrem pegunungan tinggi,” tegasnya. Penemuan berharga ini segera memicu penelitian lanjutan mengenai ragam genetika tanaman anggur purba. Ahli biologi berharap genetika pohon kuno ini mampu menyempurnakan kualitas varietas anggur pertanian modern.
Pohon Slovenia Menjadi Pesaing Spesies Anggur Tertua
Sementara itu, dunia sains mencatat rekor lain mengenai pohon penghasil buah purba Slovenia. Pohon Anggur Tua Maribor dari negara Slovenia masih memegang rekor panen berbuah aktif. Spesimen unggulan ini juga bersaing merebut gelar tanaman anggur tertua di dunia. Para ilmuwan alam meneliti tanaman asal Slovenia tersebut pada rentang tahun 1972 silam. Mereka saat itu mengira tanaman Maribor berusia lama antara 350 hingga 400 tahun. Meskipun begitu, ilmuwan biologi modern gagal menentukan usia pastinya secara jauh lebih akurat. Bagian pangkal batang pohon Maribor tersebut rupanya sudah mengalami kelapukan alamiah yang parah. Oleh sebab itu, penemuan pohon Methuselah asal daerah Tibet ini membawa standar ukuran baru. Kondisi struktur fisik pohon Tibet ini memiliki penampilan jauh lebih prima dan sangat utuh. Para ilmuwan kini memfokuskan sumber daya demi terus menjaga kelestarian pohon anggur kuno.