Connect with us

Nasional

Ibu Kota Dikepung Macet: Hujan Deras dan Jam Pulang Kerja Lumpuhkan Tol Dalkot hingga Gatot Subroto

Published

on

Semarang (usmnews) – Rutinitas warga Jakarta di Kamis petang, 29 Januari 2026, kembali diuji oleh fenomena klasik ibu kota: kemacetan parah yang dipicu oleh kombinasi mematikan antara hujan deras dan jam sibuk pulang kerja (rush hour). Hujan yang mengguyur sejak sore hari telah mengubah wajah jalanan Jakarta menjadi lautan kendaraan yang nyaris tak bergerak, menciptakan pemandangan lampu rem merah yang menjalar panjang di berbagai ruas jalan arteri maupun jalan bebas hambatan.

Berdasarkan pantauan lapangan hingga pukul 19.00 WIB, titik kemacetan paling krusial terpantau di ruas Jalan Tol Dalam Kota (Dalkot). Volume kendaraan yang membludak membuat arus lalu lintas tersendat parah di kedua arah. Para pengendara yang melaju ke arah Cawang maupun yang menuju ke arah Semanggi terjebak dalam antrean panjang dengan kecepatan yang sangat rendah. Kondisi aspal yang basah dan licin pasca-hujan memaksa pengemudi untuk lebih berhati-hati, yang secara tidak langsung turut memperlambat laju kendaraan.

Kondisi serupa, bahkan cenderung lebih semrawut, terjadi di jalur arteri Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Di jalur yang mengarah ke Semanggi, ekor kemacetan sudah terlihat mengular panjang sejak Simpang Susun Semanggi, menjebak ribuan pekerja yang baru saja keluar dari gedung-gedung perkantoran di kawasan segitiga emas tersebut.

Tak kalah parah, arus lalu lintas dari arah sebaliknya menuju Cawang juga mengalami stagnasi.

Frustrasi akibat kemacetan ini terlihat dari perilaku sejumlah pengendara mobil dan motor yang nekat menerobos masuk ke jalur khusus TransJakarta (busway), yang ironisnya justru menghambat laju moda transportasi umum tersebut dan semakin memperburuk kekacauan lalu lintas.

Selain volume kendaraan, faktor utama yang memperparah situasi lalu lintas malam ini adalah munculnya genangan air di sejumlah titik strategis. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis data per pukul 18.00 WIB yang mencatat setidaknya terdapat 13 ruas jalan yang tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Di Jakarta Utara, genangan cukup dalam setinggi 50 cm terpantau di Jl. Inspeksi Kirana, Semper Timur. Sementara di wilayah Jakarta Barat, genangan setinggi 40 cm merendam Jl. Srengseng Raya.

Titik genangan lain dengan ketinggian 15-30 cm tersebar mulai dari Jl. KS Tubun di Jakarta Pusat hingga Jl. Pulo Raya IV di Jakarta Selatan.

Genangan-genangan air ini tidak hanya mempersempit ruang gerak kendaraan, tetapi juga memaksa pengendara untuk melambat atau mencari jalur alternatif, yang pada akhirnya menumpuk beban lalu lintas di jalan-jalan utama seperti Gatsu dan Tol Dalkot. Bagi warga Jakarta yang masih berada di kantor atau sedang dalam perjalanan, situasi malam ini menuntut kesabaran ekstra dan kewaspadaan tinggi di tengah jalanan yang basah dan padat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *