Sports
Hukum Alam Olahraga: Lorenzo Ingatkan Marc Marquez Bahwa Usia dan Generasi Baru Tak Bisa Dihindari

Valencia (usmnews) – Dikutip dari detiksport, musim balap MotoGP 2025 telah menjadi panggung pembuktian yang spektakuler bagi Marc Marquez. Di usia yang menginjak 32 tahun, pembalap berjuluk The Baby Alien ini seolah kembali menemukan bentuk terbaiknya dan mendominasi lintasan dengan cara yang menakutkan bagi para rivalnya.
Mengendarai motor Ducati GP25 yang superior, Marquez berhasil mengunci gelar juara dunia jauh sebelum musim berakhir, tepatnya saat seri balapan masih menyisakan lima putaran lagi di Jepang. Statistiknya pun tak main-main; dari total 36 balapan yang digelar dalam 18 seri, ia memenangkan 23 di antaranya, termasuk mencatatkan rekor 10 kali kemenangan ganda (memenangkan sprint race dan main race sekaligus) dalam satu akhir pekan.

Namun, di tengah euforia kemenangan dan dominasi mutlak tersebut, sebuah peringatan realistis datang dari mantan rekan setim sekaligus rival sengitnya, Jorge Lorenzo. Legenda MotoGP yang telah mengantongi tiga gelar juara dunia kelas premier ini mengingatkan bahwa betapa pun hebatnya Marquez saat ini, ia tidak akan bisa melawan hukum alam, yaitu penuaan.
Marquez masih terikat kontrak dengan Ducati hingga akhir musim 2026, di mana saat itu usianya akan menyentuh angka 33 tahun. Bagi Lorenzo, meskipun Marquez diprediksi masih akan tampil garang musim depan, masa keemasannya perlahan akan memudar seiring bertambahnya usia.
Analisis Lorenzo: Tak Ada yang Abadi

Dalam pernyataannya yang dikutip dari Motosan, Lorenzo memberikan pandangan filosofis mengenai karier seorang atlet elit. Ia menegaskan bahwa “usia tidak akan memaafkan siapa pun.”
Lorenzo mengambil analogi dari legenda olahraga lain seperti Lionel Messi, Diego Maradona, hingga Michael Jordan. Ketiga nama besar tersebut adalah dewa di bidangnya masing-masing, namun pada akhirnya, performa fisik mereka menurun dan mereka harus menyerah pada waktu.
Lorenzo memprediksi bahwa siklus regenerasi pembalap adalah hal yang pasti. Meskipun saat ini sulit membayangkan siapa yang bisa menandingi Marquez, Lorenzo menyebut bahwa tantangan dari pembalap muda seperti Pedro Acosta (KTM) atau Marco Bezzecchi (Aprilia) akan semakin berat seiring berjalannya waktu.
“Sudah pasti seorang pembalap muda akan datang di masa depan, yang akhirnya akan mengalahkan dia,” tegas Lorenzo.
Kondisi Fisik Saat Ini
Peringatan Lorenzo seolah mendapatkan relevansinya ketika melihat kondisi fisik Marquez di penghujung musim. Sang juara dunia saat ini tengah berjuang memulihkan diri dari cedera patah tulang selangka yang dialaminya akibat insiden di Sirkuit Mandalika. Cedera ini memaksa Marquez absen dalam tes pascamusim (post-season test) yang krusial di Valencia.
Kini, fokus utamanya adalah pemulihan agar bisa melakukan comeback pada tes musim dingin di Sepang awal tahun depan. Absennya Marquez di tes Valencia menjadi pengingat kecil bahwa seiring bertambahnya usia, pemulihan fisik dan risiko cedera menjadi faktor yang semakin krusial dalam mempertahankan gelar juara.







