Connect with us

Lifestyle

Hati-hati, Rambut Rusak! Inilah 6 Tanda Anda Terlalu Sering Keramas Menurut Para Ahli

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Banyak orang beranggapan bahwa semakin sering mencuci rambut, maka kesehatan dan kebersihan mahkota kepala tersebut akan semakin terjaga. Namun, para ahli kesehatan kulit dan rambut justru memberikan peringatan yang sebaliknya. Kebiasaan keramas setiap hari, terutama dengan produk yang mengandung bahan kimia keras, justru berpotensi merusak struktur rambut dan keseimbangan kulit kepala. Mencuci rambut secara berlebihan dapat menghilangkan minyak alami (sebum) yang berfungsi sebagai pelindung, sehingga memicu berbagai masalah yang sering kali tidak kita sadari sebagai akibat dari terlalu sering keramas.

Berikut adalah enam indikasi utama bahwa frekuensi mencuci rambut Anda sudah melampaui batas kewajaran:

  1. Rambut Menjadi Lebih Rapuh dan Mudah Patah: Minyak alami yang diproduksi oleh kulit kepala berfungsi untuk menjaga fleksibilitas dan kekuatan batang rambut. Saat Anda keramas terlalu sering, minyak ini akan terkikis habis. Akibatnya, batang rambut kehilangan elastisitasnya, menjadi kaku, dan sangat rentan patah bahkan hanya karena sisiran ringan atau saat dikuncir.
  2. Munculnya Ketombe Akibat Kulit Kepala Kering: Ironisnya, ketombe tidak hanya disebabkan oleh kondisi kulit kepala yang kotor atau berminyak. Kulit kepala yang terlalu kering akibat paparan deterjen dalam sampo secara terus-menerus akan mulai mengelupas. Serpihan putih yang muncul ini sering kali disalahpahami sebagai ketombe karena kotor, sehingga orang justru makin rajin keramas, padahal yang dibutuhkan adalah hidrasi dan pengurangan intensitas pencucian.
  3. Tekstur Rambut Terasa Kering dan Kasar: Rambut yang sehat seharusnya terasa lembut dan halus saat disentuh. Jika rambut Anda terasa seperti jerami atau kasar setelah dikeringkan, itu adalah tanda nyata bahwa kutikula rambut terbuka dan kehilangan kelembapan internalnya. Ahli dermatologi menyebutkan bahwa frekuensi keramas yang terlalu tinggi membuat kutikula tidak sempat menutup sempurna.
  4. Kerusakan Rambut yang Terlihat Jelas: Ujung rambut yang bercabang atau rambut yang tampak “mati” tanpa kehidupan sering kali merupakan akumulasi dari kebiasaan mencuci yang berlebihan. Tanpa lapisan pelindung alami, helai rambut terpapar langsung pada polusi dan panas tanpa ada benteng pertahanan, mempercepat proses kerusakan sel rambut.
  5. Rasa Gatal yang Mengganggu pada Kulit Kepala: Selain ketombe, kulit kepala yang kering juga akan memicu rasa gatal yang hebat. Hal ini disebabkan oleh iritasi pada lapisan kulit kepala yang kehilangan kelembapan esensialnya. Rasa gatal ini merupakan sinyal dari saraf di kulit kepala bahwa barrier kulit sedang terganggu dan membutuhkan waktu untuk memulihkan diri.
  6. Kondisi Kulit Kepala yang Justru Terasa Sangat Kering: Meskipun beberapa orang merasa rambutnya makin berminyak (sebagai bentuk kompensasi kulit kepala yang memproduksi minyak berlebih karena kekeringan), tanda yang paling umum adalah kulit kepala yang terasa kencang dan kering. Jika kulit kepala Anda terasa seperti tertarik setelah keramas, itu tandanya sampo Anda telah menyapu bersih semua nutrisi alami yang seharusnya ada di sana.

Mengetahui kapan harus berhenti dan memberi jeda pada rambut sangatlah penting. Para ahli menyarankan untuk menyesuaikan frekuensi keramas dengan jenis rambut dan aktivitas harian. Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, cobalah untuk mengurangi frekuensi mencuci rambut menjadi dua atau tiga hari sekali agar keseimbangan alami kulit kepala dapat kembali normal dan rambut tetap berkilau sehat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *