Education

Haruskah Bayi Disendawakan Setelah Menyusu? Ini Kata Dokter

Published

on

Semarang (usmnews) – Banyak orang tua baru sering merasa bingung menghadapi kebiasaan bayi setelah selesai menyusu. Sebab, sebagian besar bayi kerap menangis rewel akibat perutnya terasa tidak nyaman. Kondisi ini terjadi karena udara ikut masuk ke dalam perut saat bayi menyusu. Oleh karena itu, setiap orang tua wajib memastikan bayi disendawakan setelah menyusu secara rutin. Langkah kecil ini bertujuan mengeluarkan kelebihan udara yang terperangkap dalam saluran pencernaan si kecil. Selain itu, kebiasaan baik ini mencegah risiko bayi mengalami muntah atau tersedak susu. Akibatnya, bayi dapat tidur dengan jauh lebih pulas tanpa gangguan rasa kembung. Dengan demikian, kesehatan organ pencernaan bayi akan tetap terjaga dengan sangat baik setiap hari.

Alasan Mengapa Bayi Disendawakan Setelah Menyusu Secara Rutin

Dokter anak selalu menganjurkan para orang tua agar telaten membantu bayi bersendawa setiap kali selesai makan. Sebab, sistem pencernaan bayi masih sangat lemah dan belum berkembang secara sempurna. Oleh sebab itu, udara yang tertelan saat menyusu mudah menumpuk dan menekan lambung mungilnya. Tindakan memastikan bayi disendawakan setelah menyusu akan mengurangi risiko kolik atau sakit perut hebat. Selanjutnya, posisi menggendong tegak di bahu ibu menjadi cara paling efektif mengeluarkan gas lambung. Meskipun demikian, beberapa bayi terkadang tidak langsung bersendawa meski sudah digendong cukup lama. Padahal, orang tua tetap harus bersabar menepuk perlahan punggung bayi selama beberapa menit ke depan. Bahkan, terkadang bayi mengeluarkan sedikit susu saat mereka bersendawa dan itu adalah hal wajar.

Posisi menyusui yang kurang tepat juga sering kali membuat lebih banyak udara ikut tertelan bayi. Sebab, perlekatan mulut bayi pada payudara ibu atau botol dot kurang pas dan rapat. Oleh karena itu, ibu harus memperbaiki teknik menyusui agar bayi tidak mudah merasa kembung. Proses bayi disendawakan setelah menyusu menjadi penolong utama mengatasi ketidaknyamanan perut tersebut. Selain itu, orang tua bisa membaringkan bayi tengkurap sambil mengusap lembut punggungnya di atas kasur. Akibatnya, tekanan ringan pada perut membantu gas keluar dengan lebih lancar dan cepat. Di sisi lain, Anda tidak perlu panik jika bayi tidur pulas tanpa bersendawa.

Kenyamanan bayi setelah makan sangat bergantung pada ketelatenan orang tua merawat sang buah hati. Sebab, pencegahan masalah kembung sederhana akan menghindarkan bayi dari tangisan malam yang melelahkan. Oleh sebab itu, mari kita selalu menerapkan panduan medis ini demi kesehatan pencernaan bayi. Pada akhirnya, perhatian kecil dari orang tua menentukan tumbuh kembang optimal anak tercinta.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version