Lifestyle
Harmoni Fisik dan Psikis: Rahasia Menjalani Puasa Sehat untuk Kesehatan Mental yang Optimal

Semarang (usmnews) – Dikutip cnbcindonesia.com Bulan suci Ramadan sering kali dipandang sebagai ujian ketahanan fisik, namun sebenarnya makna di baliknya jauh lebih dalam, yakni sebuah proses transformasi mental. Menurut dr. Irwan Heriyanto dari Board of Medical Excellence Halodoc, kunci utama dalam menjalani puasa yang berkualitas adalah kombinasi antara persiapan mental yang kuat dan kesadaran penuh akan ambang batas kemampuan tubuh sendiri. Menariknya, praktik disiplin selama berpuasa secara tidak langsung melatih seseorang untuk mencapai kondisi psikis yang lebih stabil, damai, dan tenang, yang merupakan fondasi penting bagi kesehatan mental.
Meskipun memiliki manfaat spiritual dan psikologis, perubahan pola makan serta waktu tidur saat Ramadan membawa tantangan kesehatan nyata. Tubuh yang sedang melakukan detoksifikasi sering kali mengalami beberapa kendala medis jika tidak dikelola dengan benar. Masalah yang paling umum muncul adalah gangguan pencernaan seperti maag dan GERD, yang biasanya dipicu oleh kebiasaan berbuka dengan porsi berlebih atau makanan yang terlalu berlemak. Selain itu, penurunan asupan glukosa di siang hari sering kali menyebabkan konsentrasi menurun, rasa kantuk, hingga sakit kepala akibat dehidrasi atau kurang tidur.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut dan tetap menjaga kebugaran mental, para ahli menekankan pentingnya manajemen asupan nutrisi dan hidrasi. Strategi hidrasi “2-4-2” sangat disarankan, yaitu meminum dua gelas air saat berbuka, empat gelas sepanjang malam hingga menjelang tidur, dan dua gelas saat sahur. Langkah ini krusial untuk mencegah kelelahan ekstrem dan sembelit akibat kekurangan cairan. Selain itu, pemilihan menu sahur yang kaya serat seperti sayuran dan protein sangat dianjurkan karena memberikan efek kenyang lebih lama dibandingkan karbohidrat sederhana.
Selain nutrisi, aktivitas fisik tetap memegang peranan penting. Puasa bukanlah alasan untuk berhenti bergerak. Olahraga intensitas ringan, seperti yoga atau jalan santai selama 30 menit sebelum berbuka, terbukti efektif menjaga kelancaran sirkulasi darah tanpa membuat tubuh merasa lemas. Dengan menjaga keseimbangan antara asupan gizi yang tepat, hidrasi yang terjadwal, serta aktivitas fisik yang terukur, seseorang tidak hanya akan mendapatkan kebugaran fisik, tetapi juga ketenangan batin yang mendukung kesehatan mental secara menyeluruh selama bulan Ramadan.







