Business
Harga Tanah Jabodetabek Tembus Rp 12 Juta per Meter

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com Harga tanah Jabodetabek kini semakin mahal hingga menyentuh angka rata-rata Rp 12 juta per meter persegi. Laporan Cushman & Wakefield mencatat adanya kenaikan sebesar 1,58 persen pada semester II 2025. Oleh karena itu, para ahli menilai pasar residensial di kawasan penyangga ibu kota ini sedang dalam kondisi sangat prima. Selain itu, masifnya pembangunan infrastruktur turut memicu lonjakan nilai properti di berbagai titik strategis.
Jakarta Paling Mahal, Tangerang Menyusul

Jakarta masih memegang rekor lahan termahal yang mencapai Rp 16,2 juta per meter persegi. Selanjutnya, Tangerang menguntit ketat di posisi kedua dengan harga rata-rata Rp 14,8 juta. Meskipun Bogor dan Depok masih berada di kisaran Rp 8,9 juta, tren kenaikan tetap menunjukkan grafik positif. Akibatnya, para pengembang properti kini berlomba mencari lahan potensial sebelum harga semakin melambung tinggi.
Kontras Sektor Perhotelan dan Perkantoran

Di sisi lain, sektor perhotelan justru mengalami penurunan okupansi yang cukup tajam. Hal ini terjadi karena pemerintah melakukan efisiensi anggaran yang membatasi perjalanan dinas. Sebaliknya, tingkat keterisian mal dan ruang perkantoran Jakarta justru menunjukkan gairah yang besar. Bahkan, banyak penyewa asing mulai membuka toko pertama mereka di Indonesia sehingga memperkuat pasar retail.
[Baca Juga: Harga Perak Anjlok Tajam, Rekor Terburuk Sejak 1980]
Kemudian, sektor perkantoran di kawasan bisnis pusat (CBD) juga mencatat peningkatan hunian yang signifikan. Sebab, pemerintah memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh kuat hingga 5,4 persen pada tahun 2026. Akhirnya, optimisme pasar dan harga tanah Jabodetabek yang kompetitif akan terus menarik minat investor sepanjang tahun ini.







