Nasional

Gunung Semeru Erupsi Beruntun Empat Kali Pagi Ini, Kolom Abu Mencapai 1.000 Meter

Published

on

Semarang (usmnews) – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi Gunung Semeru hari ini sebanyak empat kali secara beruntun pada Rabu pagi (13/5/2026).

Kronologi Empat Kali Erupsi Beruntun

Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), rangkaian erupsi mulai terjadi sejak pukul 05.07 WIB. Letusan pertama ini melontarkan kolom abu setinggi kurang lebih 400 meter di atas puncak. Letusan kedua terjadi tak lama kemudian, tepatnya pukul 05.19 WIB, dengan kekuatan yang lebih besar. Pada erupsi kedua ini, tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut.

Hanya berselang kurang lebih setengah jam, Gunung Semeru kembali melontarkan material vulkanik pada pukul 05.53 WIB. Tinggi kolom abu pada letusan ketiga ini tercatat setinggi 900 meter. Erupsi terbaru pagi ini terjadi pada pukul 06.15 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak mahameru.

Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Minggu (27/4/2025). Bedasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05:39 WIB dengan kolom abu teramati berintensitas tebal berwarna kelabu ke arah barat laut setinggi 800 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.476 m di atas permukaan laut dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berdurasi 163 detik. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/nym.

Analisis Visual dan Teknis PVMBG

PVMBG melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah barat daya. Secara teknis, erupsi terakhir pada pukul 06.15 WIB terekam melalui alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi gempa selama kurang lebih 120 detik.

Rangkaian aktivitas ini menunjukkan bahwa suplai magma di dalam tubuh Gunung Semeru masih sangat aktif. Petugas di pos pengamatan terus memantau pergerakan gempa permukaan dan tremor yang terjadi secara berkelanjutan. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar lereng gunung harus tetap waspada terhadap potensi ancaman awan panas guguran yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Imbauan Keamanan bagi Masyarakat

Selain itu, PVMBG mengimbau warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini sangat penting untuk menghindari risiko terkena dampak material erupsi maupun awan panas. Warga juga perlu mewaspadai potensi lahar dingin di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama jika terjadi hujan lebat di wilayah puncak.

Meskipun demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi dari aplikasi Magma Indonesia atau laporan rutin PVMBG. Pastikan untuk selalu menyiapkan masker dan pelindung mata guna menghindari gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik yang cukup tebal di wilayah terdampak.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version