International

Gunung Berapi Paling Aktif di Jepang, Sakurajima, Kembali Meletus dan Semburkan Abu Setinggi 4.400 Meter​

Published

on

Jakarta (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Aktivitas vulkanik di Jepang kembali menjadi sorotan setelah Gunung Sakurajima dilaporkan mengalami erupsi pada hari Minggu (16/11) pagi, waktu setempat. Letusan yang terjadi di gunung berapi yang terletak di Prefektur Kagoshima, Kyushu ini, terbilang cukup signifikan. Semburan abu vulkaniknya teramati membubung tinggi ke atmosfer, mencapai ketinggian 4.400 meter.​

Meskipun letusannya menghasilkan kolom abu yang impresif, pejabat di Prefektur Kagoshima telah memberikan keterangan resmi kepada kantor berita AFP. Dilaporkan bahwa hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai kerusakan material ataupun korban jiwa akibat erupsi tersebut. Walaupun demikian, pemerintah setempat segera mengambil langkah antisipatif dengan merilis peringatan resmi mengenai potensi terjadinya hujan abu di wilayah sekitar.​

Foto: Espos.id

Badan Meteorologi Jepang (JMA) turut mengeluarkan prakiraan lebih lanjut. Lembaga tersebut memperkirakan bahwa hujan abu tidak hanya akan melanda sebagian wilayah Kagoshima, tetapi juga berpotensi berdampak hingga ke Prefektur Miyazaki yang berada di dekatnya. Hal ini didasari oleh fakta bahwa letusan terus berlanjut beberapa kali setelah letusan awal.​”Di daerah-daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan abu dalam jumlah sedang,” demikian pernyataan dari JMA, yang juga mengindikasikan tingkat keparahan yang mungkin dihadapi warga.​

Untuk itu, JMA secara proaktif mengimbau masyarakat agar mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.Warga diminta untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik, misalnya dengan menggunakan pelindung seperti payung atau masker saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, JMA juga memberikan peringatan khusus bagi para pengendara untuk memastikan mereka mengemudi dengan perlahan, mengingat abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat jalanan licin.​

Foto: Liputan6.com

Sejalan dengan peningkatan aktivitas ini, Badan Meteorologi Jepang tetap mempertahankan tingkat kewaspadaan pada level tiga dari skala lima. Status siaga level tiga ini berarti diberlakukannya pembatasan akses yang ketat ke area gunung, melarang siapa pun untuk mendekati kawah demi keselamatan.​

Gunung Sakurajima sendiri dikenal sebagai gunung berapi stratovolcano yang sangat aktif dan menyandang status sebagai gunung berapi paling aktif di seluruh Jepang. Aktivitasnya nyaris tidak pernah berhenti. Data hingga April 2021 menunjukkan bahwa aktivitas vulkaniknya masih terus berlanjut, dengan gunung tersebut secara konsisten memuntahkan abu vulkanik ke area di sekitarnya. Letusan-letusan yang terjadi di masa lalu bahkan telah berkontribusi pada pembentukan lanskap unik berupa dataran tinggi pasir putih di wilayah tersebut.​

Ancaman letusan besar dari Sakurajima juga telah menjadi subjek penelitian ilmiah. Pada 13 September 2016, sebuah tim ahli gabungan dari Universitas Bristol dan Pusat Penelitian Gunung Berapi Sakurajima di Jepang merilis sebuah perkiraan. Mereka memprediksi bahwa gunung berapi ini berpotensi mengalami sebuah letusan besar dalam kurun waktu 30 tahun sejak penelitian itu dirilis. Sejak prediksi tersebut dibuat, dua letusan telah terjadi, terus mengingatkan akan potensi bahaya yang tersimpan di gunung tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version