Entertainment

Gubernur Maluku dan Mendagri Dorong Kepulauan Banda Jadi Ikon Wisata Internasional

Published

on

Ambon (usmnews) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku menegaskan komitmennya untuk mengembangkan Kepulauan Banda sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, serta ekowisata yang mampu bersaing di tingkat internasional. Komitmen tersebut disampaikan melalui penyelenggaraan Banda Heritage Festival 2025 yang resmi dibuka di Banda Naira, Maluku Tengah.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk membangkitkan kembali identitas Banda sebagai kawasan dengan nilai sejarah dan warisan dunia yang sangat penting. Tema yang diusung, “Napas Budaya, Jejak Sejarah, Pesona Alam”, menggambarkan posisi Banda sebagai pusat peradaban rempah dunia, tempat bersemainya jejak sejarah bangsa-bangsa besar, sekaligus wilayah dengan kekayaan alam yang memiliki daya tarik global.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada masyarakat Banda yang dinilai konsisten menjaga dan melestarikan kekayaan budaya, sejarah, serta alam setempat. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam festival menunjukkan kuatnya rasa memiliki serta komitmen dalam mempertahankan identitas Banda. Ia menekankan bahwa tujuan utama festival tidak hanya mengenalkan Banda sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai “living heritage” — warisan hidup yang terus berkembang mengikuti perjalanan zaman.

Pemprov Maluku juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, masyarakat lokal, akademisi, pelaku industri pariwisata, investor, hingga komunitas internasional. Upaya ini dilakukan untuk menempatkan Banda sebagai agenda budaya tahunan yang memiliki skala nasional hingga global.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang turut hadir pada acara tersebut, menyampaikan hasil kunjungan lapangannya selama dua hari. Ia menilai Banda memiliki potensi luar biasa terutama di sektor wisata bahari. Menurutnya, terumbu karang di kawasan ini masih sangat terjaga dan dipenuhi biota laut besar, didukung kejernihan air yang memungkinkan jarak pandang hingga 40–50 meter, sebuah standar yang ia sebut bertaraf internasional.

Selain keindahan alamnya, Mendagri juga menegaskan bahwa Banda memiliki nilai sejarah tinggi sebagai pusat perdagangan rempah dunia atau spice island, yang dahulu menjadi incaran bangsa-bangsa besar. Bukti kejayaan masa lalu masih tampak jelas lewat keberadaan benteng-benteng kuno, bangunan kolonial, dan situs budaya yang tetap dirawat dengan baik.

Ia juga menyoroti kekayaan budaya Banda yang terbentuk dari percampuran berbagai peradaban, mulai dari lokal, China, Arab, Eropa, hingga wilayah Nusantara lainnya. Budaya tersebut bukan hanya pertunjukan, tetapi merupakan tradisi hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dengan seluruh potensi tersebut, baik Pemprov Maluku maupun pemerintah pusat menekankan pentingnya menjaga sekaligus mempromosikan Banda sebagai kawasan yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan keindahan alam yang tak ternilai.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version