Education
Grup Riset ADSAI UNS Perkuat Kompetensi Digital Siswa MTsS Darul Falah Ponorogo melalui Pelatihan Coding dan AI
PONOROGO- Grup Riset Applied Data Science and Artificial Intelligence (ADSAI) Prodi Teknik Informatika dan D4 Teknologi Informasi dan Kecerdasan Artifisial Univisersitas Sebe;as Maret (UNS) memperkuat sinergi perguruan tinggi dan pendidikan berbasis pesantren melalui pelatihan coding dan AI bagi siswa dan Guru di MTsS Darul Falah, Ponorogo pada 8-11 Juni 2026.
Kegiatan yang diikuti 27 siswa dan Guruini mendapat sambutan positif dari pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Ponorogo, Gus Reza Arif Achmadi, S.Th.I., sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi pendidikan digital tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah.
Pelatihan yang digelar di Aula MTsS Darul Falah dibuka oleh Ketua Grup Riset ADSAI, Hartatik, S.Si., M.Si., M.Kom., bersama Kepala MTsS Darul Falah, Cahyo Widiarto., S.Pd,I dan ketua Pengabdian Nurul Firdaus,M.Infotech.
Menurut Hartatik bahwa pelatihan ini mengangkat tema “Penguatan Kompetensi Siswa melalui Pelatihan Coding dan AI sebagai Capacity Building untuk Mendorong Integrasi Digital Literacy dalam Pembelajaran Menuju Quality Education” itu dilaksanakan secara blended learning.
“Pelatihan ini menjadi bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan berbasis pesantren dalam mempersiapkan siswa menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi pembelajaran digital,” ungkap Hartatik.
Lebih lanjut Hartatik menyampaikan bahwa penguasaan computational thinking, coding, dan kecerdasan artifisial perlu diperkenalkan kepada siswa sejak dini. Kompetensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat digital, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir logis, sistematis, kreatif, serta keterampilan memecahkan masalah. Kegiatan ini sekaligus upaya persiapan minat dan skill siswa untuk keminatan porgram D4 Teknologi Informasi dan Kecerdasan Artifisial UNS.
“Sinergi perguruan tinggi dengan pendidikan sekolah berbasis pesantren penting untuk menghadapi digitalisasi. Siswa perlu dibekali computational thinking, coding, dan AI agar mampu beradaptasi serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab,” tambah Hartatik.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Sukorejo, Ponorogo, Gus Reza Arif Achmadi, S.Th.I. Pelatihan coding dan AI dinilai sejalan dengan langkah pondok pesantren dalam mengembangkan pendidikan yang adaptif terhadap digitalisasi.
“Kegiatan Pelatihan IT dari UNS menjadi wujud komitmen Pondok Pesantren Darul Falah Ponorogo dalam menghadirkan inovasi pendidikan berbasis digital di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah,” ungkap Gus Reza.
“Sebagai salah satu Pondok Pesantren yang mendapat penghargaan kategori “Digital Transformation” pada ajang Jawa Pos Radar Madiun Education Awards 2025. Penghargaan itu menunjukkan keseriusan Pondok Pesantren Darul Falah Ponorogo dalam membangun tata kelola dan ekosistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan teknologi,” pungkasnya.
Pelatihan dilaksanakan secara blended learning dengan memadukan pembelajaran daring dan luring. Materi yang diberikan meliputi computational thinking dan fundamental pemrograman Python, low-code programming menggunakan Scratch, serta pengenalan kecerdasan artifisial pada bidang computer vision. Peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus kesempatan mempraktikkan penyusunan algoritma dan pembuatan program sederhana, ujar urul Firdaus, Ketua Pengabdian.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa diarahkan untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami proses kerja teknologi dan mengembangkan karya digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengintegrasikan literasi digital, coding, dan AI ke dalam pembelajaran di lingkungan pendidikan berbasis pesantren.
Program pengabdian ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Quality Education melalui peningkatan kompetensi dan literasi digital siswa. Kegiatan tersebut juga mendukung SDGs 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.
Tim pengabdian dipimpin oleh Ketua RG Hartatik, S.Si., M.Si., M.Kom., dengan Ketua Pengabdian Nurul Firdaus, S.Kom., M.Info.Tech., dan Fiddin Yusfida A’La, S.T., M.Eng., serta didukung oleh tim dosen anggota Grup riset ADSAI yaitu Muhammad Asri Safi’ie, S.Si., M.Kom, Berliana Kusuma Riasti, S.T.,M.Eng, Andy Supriyadi, S.Kom., M.Cs.. Tiga mahasiswa Program Studi D3 Teknik Informatika turut berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan dan pendampingan peserta selama pelatihan.
Melalui program ini, Grup Riset ADSAI UNS berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat kompetensi generasi muda pada bidang data, pemrograman, dan kecerdasan artifisial.
Tim pelaksana menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, pimpinan sekolah, para guru, pembina, siswa, mahasiswa, dan seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Kolaborasi tersebut diharapkan terus berkembang untuk memperluas akses pembelajaran digital, meningkatkan kualitas pendidikan, serta melahirkan generasi yang unggul dalam penguasaan teknologi dan kuat dalam karakter.