USM News

Aksi Nyata Mahasiswa KKN USM: Sulap RW 08 Purwoyoso Jadi Kawasan Sadar Biopori!

Published

on

Semarang (USMNEWS) – Suasana RW 08 Kelurahan Purwoyoso tampak lebih semarak dari biasanya pada hari Minggu (12/7/2026). Belasan peserta yang terdiri atas Ibu-ibu, Bapak-bapak, serta masyarakat sekitar mengikuti kegiatan Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya pentingnya lubang resapan biopori untuk kelestarian lingkungan Masyarakat RW 08 Kelurahan Purwoyoso yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PPM XXVIII Universitas Semarang (USM).

Kegiatan tersebut merupakan program kerja individu Jay Maulana, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Semarang, yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan, koordinasi dengan Instansi Kelurahan Purwoyoso, serta diskusi bersama Masyarakat RW 08.

Berdasarkan hasil observasi di lingkungan RW 08 Kelurahan Purwoyoso, terdapat beberapa area yang memiliki potensi untuk ditingkatkan kemampuan resapan airnya. Kondisi permukiman yang cukup padat serta semakin berkurangnya lahan terbuka dapat menyebabkan air hujan lebih banyak mengalir di permukaan dibandingkan meresap ke dalam tanah. Oleh karena itu, pembuatan lubang resapan biopori menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah.

Beralih dari kondisi tersebut, Jay menginisiasi program “Pembuatan Lubang Resapan Biopori sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan dan Peningkatan Resapan Air” dengan sasaran masyarakat RW 08 Kelurahan Purwoyoso.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat lubang resapan biopori sekaligus melakukan praktik pembuatan dan penerapannya secara langsung di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan meliputi penentuan lokasi yang sesuai, proses pembuatan lubang menggunakan alat Linggis, pemasangan pipa, serta pemberian penjelasan kepada masyarakat mengenai cara pemanfaatan dan perawatan lubang resapan biopori. Lubang tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik seperti daun kering dan sisa bahan organik rumah tangga yang nantinya dapat terurai secara alami di dalam tanah.

“Melalui program kerja ini, kami berharap masyarakat RW 08 dapat lebih mengenal manfaat lubang resapan biopori dan menerapkannya sebagai salah satu upaya sederhana dalam menjaga lingkungan. Selain membantu meningkatkan resapan air, biopori juga dapat dimanfaatkan untuk pengelolaan sampah organik sehingga memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang,” ujar Jay.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat RW 08. Masyarakat turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan dan memperoleh pengetahuan mengenai fungsi serta manfaat lubang resapan biopori. Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Semarang melalui program ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Pembuatan lubang resapan biopori merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan.

Selain itu, penerapan biopori juga dapat mendukung upaya pengurangan genangan air, menjaga ketersediaan air tanah, serta membantu proses penguraian sampah organik secara alami. Antusiasme masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung melalui keterlibatan dalam proses pembuatan lubang biopori dan diskusi mengenai manfaat serta cara perawatannya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima hasil berupa lubang resapan biopori, tetapi juga memperoleh pengetahuan yang dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Melalui program kerja tersebut, mahasiswa KKN PPM XXVIII Universitas Semarang tidak hanya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan. Diharapkan pembuatan lubang resapan biopori di RW 08 Kelurahan Purwoyoso dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, meningkatkan resapan air, serta mendukung upaya mitigasi permasalahan lingkungan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version