Business
Grab Agresif, GOTO Kalem tapi Sahamnya Siap Ngebut

JAKARTA (usmnews) – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengejar pertumbuhan rasional, sementara Grab agresif merebut pangsa pasar lewat kenaikan insentif. Analis tetap menilai saham GOTO prospektif meski pertumbuhan bisnis on demand service (ODS) melambat.
Pada kuartal II-2025, GTV ODS GOTO hanya tumbuh 8,8% yoy, sedangkan Grab melonjak 20,7% yoy. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan, menyebut perbedaan ini akibat insentif Grab yang naik 21% yoy, berlawanan dengan rasionalisasi insentif GOTO sebesar -6,4%.
“GOTO tetap fokus pada efisiensi dan ekspansi layanan premium serta GoTo Financial (GTF),” tulis Kafi. EBITDA ODS GOTO tumbuh 4,5% qoq atau 264% yoy, melampaui Grab yang hanya naik 2,3% qoq atau 32,7% yoy.
Pada semester I-2025, GOTO mencatat pencapaian EBITDA 51–59% dari target tahunan berkat lonjakan GTF hingga 87,2% qoq. Sementara EBITDA Grab baru 45–47% akibat margin delivery yang melemah.
BRI Danareksa Sekuritas menegaskan rekomendasi beli saham GOTO dengan target Rp100 per saham. Target ini menyiratkan P/S 2025 sebesar 5,9 kali, lebih tinggi dari valuasi saat ini di 3,5 kali. Saham Grab di bursa AS mencatat P/S 7,3 kali setelah reli harga baru-baru ini.







