Tech
Google Bantah Fitur AI Turunkan Trafik ke Situs Penerbit
Jakarta (usmnews) – Google membantah bahwa fitur pencarian berbasis kecerdasan buatan (AI) menyebabkan penurunan trafik kunjungan ke situs penerbit. Perusahaan menegaskan klik organik ke situs tetap stabil dan kualitas klik meningkat.
Wakil Presiden Google, Liz Reid, mengatakan data mereka bertolak belakang dengan laporan pihak ketiga soal penurunan trafik dramatis. “Laporan tersebut sering kali didasarkan pada metodologi yang cacat, contoh kasus terisolasi, atau perubahan trafik sebelum fitur AI diluncurkan,” ujarnya kepada Tech Crunch, Kamis (7/8).
Google mengakui tren pengguna bergeser, menyebabkan trafik beberapa situs naik dan situs lain turun, meski tanpa merilis data spesifik. Namun, perusahaan tidak mengungkap berapa banyak situs yang terdampak.
Sementara itu, chatbot seperti ChatGPT terus mengalami lonjakan trafik dalam beberapa bulan terakhir, sementara penerbit konten digital menghadapi tantangan yang signifikan. Liz menjelaskan bahwa pengguna kini lebih memilih konten dengan suara autentik, seperti forum, podcast, video, dan pengalaman langsung.
Google juga menyebut telah mengintegrasikan fitur AI Overviews yang menyediakan lebih banyak tautan di hasil pencarian. Fitur ini membuka peluang baru bagi situs web untuk muncul dan mendapatkan klik.
Selain itu, Google mulai menggeser fokus metrik keberhasilan dari jumlah klik ke “kualitas klik”, yaitu klik yang menghasilkan keterlibatan lebih tinggi, di mana pengguna membaca konten secara menyeluruh tanpa langsung kembali ke halaman pencarian.
Meski Google optimis, data eksternal menunjukkan AI tetap memengaruhi penurunan klik secara keseluruhan. Studi Similarweb mengungkap bahwa sejak peluncuran AI Overviews pada Mei 2024, pencarian berita yang tidak menghasilkan klik ke situs penerbit meningkat dari 56 persen menjadi 69 persen pada Mei 2025. Ini berarti mayoritas pengguna tidak lagi mengunjungi situs berita setelah pencarian.
Menyadari dampak tersebut, Google meluncurkan produk khusus bagi penerbit untuk memonetisasi trafik yang menurun. Mereka menawarkan opsi seperti langganan buletin dan pembayaran mikro sebagai alternatif pendapatan di luar iklan tradisional.