Lifestyle
Gen Z Pimpin Tren Minat Baca Indonesia 2025 Kalahkan Generasi Milenial
Semarang (Usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Pada semester kedua tahun 2025, lanskap kebiasaan konsumsi media di Indonesia mencatatkan sebuah anomali positif yang mengejutkan. Generasi Z (Gen Z) secara resmi tercatat sebagai kelompok usia dengan minat baca tertinggi di tanah air, berhasil mengungguli generasi pendahulunya, yakni Milenial dan Generasi X. Data ini terungkap melalui riset terbaru yang dirilis oleh lembaga survei Jakpat, yang menyoroti adanya pergeseran masif dalam cara anak muda menikmati waktu luang mereka.
Dominasi Gen Z dalam Statistik Literasi Survei yang melibatkan 2.240 responden di seluruh Indonesia ini menunjukkan bahwa partisipasi Gen Z dalam aktivitas membaca—baik buku fisik, komik, maupun novel digital—mencapai angka 26 persen. Persentase ini menempatkan mereka di posisi teratas, melampaui Generasi Milenial yang mencatatkan angka 20 persen dan Generasi X yang berada di angka 18 persen. Temuan ini mematahkan stereotip bahwa anak muda hanya terpaku pada hiburan visual semata.
Runtuhnya Dominasi Hiburan Pasif Head of Research Jakpat, Aska Primardi, menganalisis bahwa tren ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan reaksi atas “kelelahan digital” atau kejenuhan terhadap konten instan. Hal ini terlihat jelas dari penurunan drastis pada sektor hiburan digital lainnya. Penggunaan media sosial arus utama seperti YouTube, Instagram, dan TikTok mengalami penurunan sebesar 9 persen menjadi 83 persen.
Namun, penurunan paling ekstrem terjadi pada layanan streaming video (OTT) seperti Netflix, Vidio, dan Viu. Dalam kurun waktu satu tahun saja, platform-platform ini kehilangan pangsa pasar yang signifikan, merosot tajam dari 48 persen menjadi hanya 14 persen. Data ini mengindikasikan bahwa masyarakat, khususnya anak muda, mulai meninggalkan konsumsi konten pasif yang repetitif demi mencari kegiatan yang lebih bermakna.
Membaca sebagai “Healing” dan Simbol Status Baru Menurut Aska, Gen Z kini mencari ketenangan mental dan kedalaman makna yang tidak bisa ditawarkan oleh video pendek berdurasi 15 detik. Membaca buku kini dipandang sebagai pelarian yang berkualitas dari hiruk-pikuk dunia maya. Menariknya, kebangkitan minat baca ini justru dipicu oleh peran algoritma media sosial itu sendiri. Fenomena sub-komunitas seperti BookTok di TikTok dan Bookstagram di Instagram telah berhasil melakukan rebranding terhadap aktivitas membaca.
Membaca tidak lagi dianggap sebagai kewajiban akademik yang kaku atau membosankan. Sebaliknya, berkat pengaruh media sosial, buku telah bertransformasi menjadi simbol status, gaya hidup eksklusif, dan identitas sosial yang “keren” di mata anak muda. Meskipun aktivitas hiburan lain seperti bermain gim (40 persen) dan mendengarkan musik (34 persen) masih tinggi, lonjakan minat baca adalah perubahan perilaku yang paling fundamental.
Tren Nasional yang Positif Fenomena yang ditangkap Jakpat ini selaras dengan data makro dari Badan Pusat Statistik (BPS). BPS mencatat adanya kenaikan Indeks Tingkat Kegemaran Membaca secara nasional, yang bergerak dari 66,77 persen pada tahun 2023 menjadi 72,44 persen pada tahun 2024. Hal ini mengonfirmasi bahwa bagi generasi muda Indonesia saat ini, buku adalah bagian integral dari gaya hidup sehat dan sarana pencarian jati diri yang modern.