Connect with us

International

Gempa Tektonik M 4,5 Guncang Simeulue, BMKG: Pusat di Laut dan Tidak Berpotensi Tsunami

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Wilayah kepulauan di ujung barat Indonesia kembali merasakan aktivitas kebumian. Pada hari Selasa, 9 Desember, tepatnya pada pukul 14.02 WIB, sebuah gempa bumi berjenis tektonik mengguncang wilayah Simeulue, Provinsi Aceh. Berdasarkan analisis parameter gempa yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lindu ini memiliki kekuatan Magnitudo 4,5.

‎‎Lokasi dan Kedalaman Episentrum Secara geografis, pusat guncangan atau episenter gempa teridentifikasi berada pada koordinat 2,52 Lintang Utara dan 95,92 Bujur Timur. Lokasi presisi titik ini berada di laut, berjarak sekitar 50 kilometer arah barat laut dari Sinabang, Aceh. Sumber gempa ini terdeteksi berada pada kedalaman menengah, yakni 26 kilometer di bawah permukaan laut.‎‎

Meskipun pusat gempa berada di laut, BMKG dengan cepat memberikan konfirmasi yang melegakan masyarakat pesisir. Melalui keterangan resminya, dinyatakan bahwa fenomena seismik ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Hal ini dikarenakan magnitudo gempa yang tidak cukup besar untuk mendistorsi kolom air laut secara signifikan.‎‎

Dampak Guncangan (Intensitas MMI) Getaran akibat pergeseran lempeng ini merambat dan dirasakan di beberapa wilayah dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Satuan intensitas ini diukur menggunakan Skala Modified Mercalli Intensity (MMI):‎‎

Wilayah Simeulue: Merasakan dampak paling kuat dengan skala intensitas III – IV MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah saat siang hari, jendela atau pintu mungkin berderik, dan gerabah bisa saja terganggu.‎‎

Wilayah Aceh Selatan: Guncangan dirasakan pada skala III MMI. Sensasi getarannya dideskripsikan terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang sedang melintas di dekat bangunan.‎‎

Wilayah Aceh Barat Daya: Merasakan getaran yang lebih ringan pada skala II – III MMI. Getaran ini masih dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung mungkin bergoyang.‎‎

Monitoring Gempa Susulan dan Kerusakan Tim monitoring BMKG terus melakukan pemantauan pasca-gempa utama. Hingga pukul 14.07 WIB, atau lima menit setelah gempa terjadi, data menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

‎‎Terkait dampak fisik, hingga laporan ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang masuk mengenai adanya kerusakan bangunan maupun infrastruktur akibat gempa tersebut.‎‎

Imbauan Keselamatan Meskipun situasi terkendali, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. BMKG mengingatkan agar warga memeriksa kondisi rumah masing-masing untuk memastikan tidak ada keretakan struktur yang membahayakan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan. Kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan tetap perlu dijaga sebagai langkah mitigasi bencana standar.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *