Connect with us

International

Gelombang Protes di Caracas: Rakyat Venezuela Mendesak Donald Trump Bebaskan Maduro dan Ibu Negara

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CNNIndonesia.com Ribuan pendukung pemerintah Venezuela memadati jalan-jalan utama di ibu kota Caracas dalam sebuah unjuk rasa besar-besaran yang berlangsung di tengah ketegangan politik global yang memuncak. Aksi massa ini merupakan respons langsung terhadap penahanan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores oleh pasukan Amerika Serikat di bawah perintah pemerintahan Presiden Donald Trump. Para demonstran, yang didominasi oleh loyalis partai sosialis dan warga sipil, menyuarakan kemarahan mereka terhadap apa yang mereka sebut sebagai tindakan “penculikan” dan pelanggaran kedaulatan negara oleh kekuatan asing.

Dalam orasi-orasi yang berapi-api, para pemimpin unjuk rasa mengecam keras tindakan agresif Washington dan menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat bagi pemimpin mereka. Massa terlihat membawa berbagai atribut, mulai dari bendera nasional Venezuela hingga poster-poster bergambar wajah Maduro dan Cilia Flores dengan tulisan-tulisan yang menyerukan “Hentikan Imperialisme AS” dan “Kembalikan Presiden Kami”. Suasana di Caracas dilaporkan sangat emosional, di mana para pendukung menegaskan bahwa penangkapan tersebut adalah bentuk kudeta ilegal yang dirancang untuk menghancurkan Revolusi Bolivarian yang telah lama diperjuangkan.

Artikel tersebut juga menyoroti bahwa kemarahan publik tidak hanya tertuju pada penangkapan fisik, tetapi juga pada simbolisme tindakan tersebut yang dianggap menginjak-injak harga diri bangsa Venezuela. Para demonstran mendesak komunitas internasional untuk tidak menutup mata dan segera turun tangan menekan pemerintahan Trump agar menghentikan intervensi militernya. Mereka bersumpah untuk terus menduduki jalanan dan melumpuhkan aktivitas kota hingga tuntutan mereka dipenuhi dan pemimpin mereka dipulangkan dengan selamat ke tanah air. Aksi ini menandai babak baru yang berbahaya dalam hubungan bilateral antara Venezuela dan Amerika Serikat, sekaligus memperdalam krisis politik yang telah melanda negara kaya minyak tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *