Lifestyle

Gangguan Pencernaan Pagi Hari: Mengenali Buah yang Kurang Ideal Dikonsumsi Saat Perut Kosong

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip Merdeka.com Memulai hari dengan konsumsi buah sering dianggap sebagai pilihan sarapan yang paling sehat dan menyegarkan. Buah memang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang esensial bagi tubuh. Namun, kenyataannya, tidak semua jenis buah cocok disantap saat kondisi perut masih benar-benar kosong di pagi hari. Beberapa jenis buah, karena kandungan nutrisi dan sifat keasamannya, justru bisa menimbulkan masalah pencernaan, mulai dari rasa tidak nyaman hingga gangguan yang lebih serius pada lapisan lambung yang sensitif.

Para ahli kesehatan dan gizi menyarankan untuk lebih selektif dalam memilih asupan pertama di pagi hari. Mengonsumsi buah tertentu saat perut kosong dapat memicu produksi asam lambung berlebihan, menyebabkan gejala seperti heartburn (sensasi terbakar di dada), kembung, dan bahkan diare. Hal ini terutama berlaku bagi individu yang sudah memiliki riwayat masalah pencernaan, seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau tukak lambung.

Kelompok Buah yang Patut Diperhatikan​: Beberapa buah yang sering masuk dalam daftar pantangan saat perut kosong adalah buah-buahan dengan tingkat keasaman (pH) tinggi, serta buah yang mengandung serat kasar atau gula alami (fruktosa) dalam jumlah besar yang bisa difermentasi dengan cepat.

​1. Buah Sitrus (Jeruk, Lemon, Limau, Grapefruit): Buah-buahan sitrus sangat asam. Mengonsumsinya saat perut kosong dapat meningkatkan kadar asam lambung secara drastis. Peningkatan asam ini dapat mengikis lapisan mukosa lambung dan kerongkongan, yang berujung pada nyeri, mulas, dan ketidaknyamanan, terutama bagi mereka yang rentan terhadap penyakit asam lambung.

​2. Tomat (Meskipun Dikategorikan Sayuran dalam Masakan, Secara Botani Adalah Buah): Sama halnya dengan sitrus, tomat memiliki keasaman yang cukup tinggi. Selain itu, tomat juga mengandung pektin, sejenis serat yang dapat bereaksi dengan asam lambung, berpotensi membentuk gel yang sulit dicerna dan memicu kembung.

​3. Pisang (Tergantung Kondisi Individu): Pisang sering menjadi perdebatan. Meskipun sumber potasium yang baik, pisang juga mengandung magnesium dan gula alami yang tinggi. Mengonsumsi pisang saat perut kosong dapat menyebabkan lonjakan kadar magnesium dalam darah secara tiba-tiba, yang berpotensi mengganggu keseimbangan mineral dalam tubuh, terutama pada kasus-kasus sensitif. Selain itu, kadar gula yang tinggi dapat memberikan dorongan energi instan yang diikuti dengan penurunan drastis (sugar crash).

​4. Buah Berduri dan Berserat Kasar (Nanas, Jambu Biji dengan Kulit): Buah-buahan ini memiliki enzim kuat (seperti bromelain pada nanas) dan kandungan serat kasar yang tinggi. Saat lambung belum terisi makanan lain, enzim ini dapat terasa cukup “keras” atau tajam pada lapisan lambung. Serat kasar juga membutuhkan proses pencernaan yang intens, yang mungkin memicu kerja lambung berlebihan dan menyebabkan iritasi atau kembung.

Rekomendasi Konsumsi yang Lebih Baik​: Para ahli gizi umumnya merekomendasikan untuk mengonsumsi buah-buahan ini setelah lambung telah terisi sedikit, misalnya setelah mengonsumsi segelas air hangat, beberapa kacang-kacangan, atau oatmeal. Jika ingin mengonsumsi buah di pagi hari, pilihan yang lebih aman saat perut kosong adalah buah-buahan dengan keasaman rendah seperti pepaya matang, melon, atau semangka. Pepaya bahkan mengandung enzim papain yang justru dikenal membantu melancarkan pencernaan.

Meskipun buah adalah makanan super, waktu konsumsinya memegang peranan penting. Memahami bagaimana buah bereaksi dengan perut kosong dapat membantu kita menjaga kesehatan pencernaan, sehingga manfaat maksimal dari nutrisi buah dapat kita peroleh tanpa menimbulkan efek samping yang mengganggu.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version