Lifestyle
Fenomena Baru Kuliner Semarang: Membedah Daya Tarik Nasi Padang Keliling yang Viral di Awal 2026
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Radar Semarang, Kota Semarang kembali digemparkan oleh tren kuliner unik yang langsung menjadi pusat perhatian di awal tahun 2026. Sebuah inovasi cara berjualan makanan tradisional Minang kini muncul dalam format yang tidak biasa, yakni Nasi Padang Keliling.
Berbeda dengan konsep rumah makan Padang konvensional yang menetap di satu gedung atau tenda, model bisnis ini memilih untuk melakukan strategi “jemput bola” dengan berkeliling menyapa para penikmat kuliner di berbagai sudut kota.
Kepopuleran Nasi Padang keliling ini tidak lepas dari kekuatan media sosial, terutama TikTok. Salah satu unggahan dari akun @senang.bersama menjadi pemicu utama meledaknya minat masyarakat setelah memberikan ulasan positif yang menekankan bahwa rasa masakan tersebut sangat autentik. Unggahan yang menyebutkan penemuan ini sebagai “hal paling worth it di awal 2026″ sukses menarik ribuan penonton untuk membuktikan sendiri kelezatan rendang dan sambal ijo yang dijajakan di pinggir jalan.
Inovasi Gerobak dan Strategi Lokasi
Salah satu aspek yang membuat bisnis ini cepat dikenali adalah desain sarana penjualannya. Alih-alih menggunakan gerobak sederhana, penjaja Nasi Padang ini menggunakan gerobak modern dengan estetika yang sangat menarik perhatian (eye-catching). Ornamen khas rumah gadang Minang tetap dipertahankan dengan sentuhan warna yang cerah, sehingga mudah ditemukan dari kejauhan. Saat ini, pergerakan masif dari Nasi Padang keliling ini paling sering terlihat di kawasan Ngaliyan, yang memang dikenal sebagai salah satu pusat keramaian dan pendidikan di Semarang.
Kualitas Rasa yang Tidak Berkompromi
Meskipun dijual secara berkeliling, kualitas rasa tetap menjadi pilar utama. Banyak konsumen memberikan testimoni bahwa profil rasa rempah yang ditawarkan sangat “nendang” dan kuat, layaknya masakan rumah tangga asli di Sumatera Barat. Perpaduan antara rasa pedas yang pas dari sambal ijo serta gurihnya kuah gulai dan rendang membuat hidangan ini dianggap sebagai penemuan kuliner yang luar biasa bagi warga Semarang. Autentisitas inilah yang membuat pelanggan tidak ragu untuk kembali membeli meskipun harus menunggu gerobak tersebut melintas.
Kepraktisan dan Harga yang Ramah di Kantong
Faktor terakhir yang membuat fenomena ini bertahan dan terus diburu adalah harga dan kepraktisannya. Nasi Padang keliling ini menyasar segmen pasar yang luas, mulai dari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga yang menginginkan lauk praktis tanpa harus pergi jauh.
Dengan rentang harga yang sangat terjangkau, yakni antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per porsi, pembeli sudah mendapatkan paket lengkap dengan porsi yang mengenyangkan dan kemasan yang rapi. Inovasi ini membuktikan bahwa adaptasi model bisnis tradisional ke dalam format modern yang lebih fleksibel sangat efektif dalam menjangkau konsumen di era digital saat ini.