Lifestyle
Es Selendang Mayang Khas Betawi
Jakarta (usmnews) – Dilansir dari RRI.co.id sebuah gerobak sederhana bertuliskan “Selendang Mayang” tampak terparkir di Jalan Kamboja, Rawamangun, Jakarta Timur. Sang penjual menjajakan minuman dingin khas Betawi yang sangat menyegarkan. Minuman ini berisi potongan kue kenyal berwarna merah, putih, dan hijau yang berpadu sempurna dengan siraman kuah santan serta gula.
Gerobak tersebut adalah milik Anwar, seorang pedagang yang sudah konsisten berjualan sejak masa krisis moneter melanda. Meskipun bukan orang Betawi asli, Anwar sangat lihai meracik sagu aren dan tepung hunkwe. Ia juga selalu cekatan menyiapkan santan dan sirup gula untuk menyajikan segelas es selendang mayang yang nikmat.
Penjual Selendang Mayang Legendaris di Rawamangun
Bagi Anda yang sedang melintas di kawasan Jalan Kamboja, Rawamangun, Jakarta Timur, Anda bisa menemukan sebuah gerobak sederhana bertuliskan “Selendang Mayang”. Di sanalah Anwar, seorang pedagang tangguh, rutin menjajakan minuman tradisional ini setiap hari.
Anwar sudah konsisten berjualan sejak masa krisis moneter melanda Indonesia. Walaupun bukan orang Betawi asli, ia sangat pandai meracik adonan sagu aren dan tepung hunkwe. Lewat tangan terampilnya, bahan-bahan tersebut berubah menjadi potongan kue kenyal berwarna merah, putih, dan hijau yang menggugah selera.
Cita Rasa dan Akulturasi Budaya
Selain menyegarkan, segelas es selendang mayang ternyata menyimpan cerita sejarah yang sangat panjang. Minuman ini merekam jejak pertemuan budaya lokal dengan berbagai pengaruh budaya luar. Berbagai kelompok masyarakat tersebut telah hidup berdampingan sejak Jakarta masih bernama Batavia.
Kini, hidangan manis tersebut telah menyatu secara utuh dan memperkaya khasanah identitas kuliner masyarakat Betawi. Potongan kue kenyal yang berpadu sempurna dengan siraman kuah santan dan sirup gula merah selalu berhasil menarik minat para pecinta kuliner nusantara.
Tantangan Melestarikan Warisan Leluhur
Selanjutnya, zaman yang bergerak serba cepat menantang generasi muda untuk terus melestarikan warisan leluhur ini. Generasi penerus harus memastikan eksistensi kuliner tradisional tetap relevan di tengah gempuran aneka minuman kekinian.
Budayawan Yahya, saat berbincang pada Jumat (6/2/2026), menegaskan pentingnya menjaga keaslian hidangan ini. Menurut beliau, para pedagang boleh saja mengadaptasi cara berjualan mengikuti peradaban zaman, misalnya melalui promosi media digital. Namun, mereka wajib mempertahankan pakem serta cita rasa asli dari kuliner tersebut agar identitas budayanya tidak luntur. Oleh karena itu, mari kita dukung para pelaku UMKM kuliner tradisional agar kekayaan Nusantara ini terus bertahan melintasi berbagai generasi.