Sports
Era Baru Manchester City! Enzo Maresca Resmi Kembali untuk Melanjutkan Kedigdayaan Skuad Pep Guardiola
Semarang(usmnews) – Klub raksasa Liga Inggris, Manchester City, telah mengetuk palu keputusan penting dengan menunjuk Enzo Maresca sebagai manajer anyar mereka. Pelatih yang berasal dari Italia ini diplot untuk mengisi kekosongan posisi strategis yang ditinggalkan oleh mentor legendarisnya, Pep Guardiola. Kepastian ini diumumkan secara formal oleh manajemen klub pada Senin malam, 29 Juni 2026. Pihak Manchester City menunjukkan keseriusan dan komitmen jangka panjang mereka dengan menyodorkan kontrak kerja berdurasi tiga tahun, yang berarti Maresca akan menakhodai armada Etihad Stadium setidaknya hingga musim panas tahun 2029 mendatang.
Reuni Ketiga di Etihad Stadium
Hubungan antara Enzo Maresca dan Manchester City bukanlah kisah baru, melainkan sebuah babak reuni yang sangat akrab bagi kedua belah pihak. Ini merupakan kali ketiga bagi Maresca mendedikasikan kemampuannya untuk kubu Manchester Biru. Jauh sebelum mengemban tanggung jawab utama ini, ia sempat memimpin tim muda City U-23 pada periode 2020-2021.
Tak berhenti di sana, magis taktisnya membuat Guardiola kepincut untuk menjadikannya asisten pelatih utama pada musim 2022-2023. Maresca sendiri mengakui bahwa kedekatan emosional dan pemahamannya terhadap kultur serta standar tinggi klub akan membantunya menghadapi tekanan besar dari para suporter setianya. Ia menegaskan hasratnya untuk segera meramu strategi agar tim bisa terus meraih kemenangan lewat permainan yang menghibur.
Kemiripan Taktis dengan Pep Guardiola: Testimoni Jamie Vardy
Salah satu alasan kuat di balik penunjukan ini adalah kemiripan gaya main yang ia usung dengan filosofi Guardiola. Mantan anak asuhnya di Leicester City, Jamie Vardy, bahkan tidak ragu menyebut Maresca sebagai kembaran atau “klon” dari Pep Guardiola karena kesamaan visi sepak bola mereka yang sangat presisi.
Di bawah bimbingan Maresca pada tahun 2024, Vardy sukses menggelontorkan 18 gol dan membawa Leicester City menjuarai divisi Championship sekaligus mengamankan tiket promosi otomatis ke kasta tertinggi Premier League. Pengalaman bekerja di bawah pelatih-pelatih top Eropa seperti Carlo Ancelotti, Marcelo Lippi di Juventus, dan Manuel Pellegrini di Malaga semakin memperkaya khazanah taktik sang pelatih.
Kiprah Sukses di Chelsea dan Karakteristik Permainan
Keberhasilan di Leicester membawa Maresca menuju kursi kepelatihan Chelsea. Bersama The Blues, juru taktik asal Italia ini mempersembahkan trofi Piala Dunia Antarklub di Amerika Serikat serta konsisten membawa tim finis di zona Liga Champions selama dua musim masa baktinya. Rekor kepelatihannya di Chelsea mencakup:
- Total Pertandingan: 57 laga di semua kompetisi
- Hasil: 28 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 14 kekalahan
- Produktivitas: Mencetak 96 gol dan kebobolan 64 gol
Menariknya, walau sangat identik dengan skema penguasaan bola ala Guardiola, Maresca menyuntikkan karakter menyerang yang lebih langsung (direct). Chelsea asuhannya menjadi tim dengan jumlah serangan balik cepat tertinggi di Premier League (173 serangan) pada musim 2024/2025. Kolektivitas menyerang tersebut ditopang oleh angka harapan gol mencapai 69,18 xG, 218 tembakan tepat sasaran, serta penciptaan 93 peluang emas.
Formasi andalannya adalah 3-2-2-3 saat memegang kendali bola—sebuah skema familier yang ia pelajari sewaktu membantu City meraih status treble winner.
Jadwal Padat Pramusim dan Tantangan Besar Menanti
Kini, petualangan barunya di Manchester City akan segera dimulai dengan jadwal yang sangat padat. Maresca hanya memiliki waktu persiapan sekitar tiga minggu sebelum para pemain menyudahi libur kompetisi pasca-Piala Dunia dan berkumpul kembali pada 20 Juli untuk latihan pramusim. Agenda tur Asia dan laga pembuka yang telah menanti mereka di antaranya:
- Awal Agustus: Menghadapi Inter Milan di Hong Kong.
- 5 Agustus: Menantang skuad K-League All Stars di Seoul, Korea Selatan.
- 9 Agustus: Menghadapi raksasa Spanyol, Atletico Madrid.
- 16 Agustus: Melakoni laga kompetitif perdana melawan Arsenal di ajang Community Shield yang bertempat di Stadion Principality Cardiff.
Tugas berat untuk mempertahankan status tim terbaik di dunia dan melanjutkan era keemasan yang ditinggalkan oleh Pep Guardiola kini resmi berada di pundak Enzo Maresca.