Entertainment
Eksplorasi Karier Baru Prilly Latuconsina: Banjir Tawaran di LinkedIn Usai Tinggalkan Sinemaku Pictures

Semarang (usmnews) – Dikutip dari CnnIndonesia.com Dunia hiburan tanah air kembali dikejutkan oleh langkah tak terduga dari aktris muda berbakat, Prilly Latuconsina. Pasca mengumumkan pengunduran dirinya dari rumah produksi Sinemaku Pictures, Prilly mengambil keputusan berani untuk mengaktifkan status “Open to Work” pada profil LinkedIn pribadinya. Respons yang diterima pun sungguh di luar dugaan.
Dalam waktu singkat, bintang yang telah lama berkecimpung di industri film ini mengaku menerima serbuan tawaran kerja yang jumlahnya fantastis, yakni lebih dari 30 ribu permintaan koneksi dan tawaran.Sebagaimana dilaporkan oleh CNN Indonesia pada Kamis (29/1/2026), Prilly membagikan momen antusiasme tersebut melalui unggahan di akun Instagramnya.

Ia memperlihatkan tangkapan layar fitur “manage invitation” di LinkedIn yang menunjukkan angka mencengangkan: 32.744 permintaan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata besarnya kepercayaan berbagai pihak terhadap kapabilitas Prilly di luar dunia keartisan yang selama ini membesarkan namanya.Dalam pernyataannya, Prilly menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ribuan pihak yang telah menghubunginya.
Tawaran tersebut datang dari spektrum yang sangat luas, mulai dari korporasi besar, organisasi, pelaku usaha, hingga berbagai jenama (brand). “Saya merasa bahagia sekali banyak orang yang percaya sama saya, bahwa aku bisa mengerjakan hal-hal di luar bidangku selama ini,” ungkap Prilly dengan nada penuh syukur. Ia juga tak menampik bahwa dirinya merasa gugup sekaligus bersemangat (“deg-degan”) saat membaca satu per satu tawaran yang masuk.
Langkah ini bukanlah tanda bahwa Prilly kekurangan aktivitas. Sebaliknya, ini adalah wujud dari dahaga belajarnya yang tinggi. Ia menegaskan bahwa keinginannya menyalakan lencana #OpenToWork didasari oleh rasa penasaran untuk menantang diri di ruang yang berbeda. Prilly ingin merasakan pengalaman langsung bekerja di lapangan, seperti menjadi sales ritel, promotor toko, hingga sales lapangan, jauh berbeda dari kenyamanan manajemen bisnis dan industri film yang selama ini ia geluti.

Sebagai tindak lanjut, Prilly mengungkapkan bahwa ia telah mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan dan komunitas. Salah satunya adalah komunitas pecinta lingkungan yang sejalan dengan minat pribadinya. Lebih menarik lagi, ia berencana menjajal berbagai profesi secara langsung, mulai dari menjadi reporter di sebuah media nasional, tenaga penjualan luring (offline sales), hingga merasakan dinamika menjadi pekerja kantoran pada umumnya.
Meski sebagian besar pekerjaan ini bersifat paruh waktu (part-time), Prilly berkomitmen untuk menjalankannya dengan integritas dan tanggung jawab penuh.Keputusan besar ini diambil hanya berselang sekitar satu pekan setelah ia secara resmi mundur dari Sinemaku Pictures pada 19 Januari 2026, baik sebagai pemegang saham maupun direksi. Melalui fase baru ini, Prilly menaruh harapan besar agar tahun 2026 menjadi tahun pembelajaran baginya.
Ia bahkan memiliki visi mulia bahwa pengalaman ini kelak dapat membantunya membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi orang lain. “Semoga di 2026 saya bisa belajar banyak, dan siapa tahu setelah ini saya bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi banyak orang. Amin,” tutupnya penuh harap.







