Sports
Ekspektasi Realistis untuk John Herdman: Mengawal Era Baru Timnas Indonesia di FIFA Series dan Piala AFF 2026
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Merdeka.com Penunjukan John Herdman sebagai nakhoda baru Timnas Indonesia membawa angin segar sekaligus harapan besar bagi publik sepak bola tanah air. Namun, di tengah euforia tersebut, muncul seruan untuk tetap bersikap realistis. Mantan pelatih kawakan, Gusnul Yakin, mengingatkan bahwa Herdman bukanlah seorang “pesulap” yang bisa mengubah prestasi tim secara instan. Diperlukan kesabaran dan dukungan penuh untuk memberikan ruang bagi pelatih asal Inggris tersebut dalam mengimplementasikan filosofi dan strateginya.
Tahun 2026 menjadi periode krusial bagi Herdman karena ia langsung dihadapkan pada dua agenda besar sebagai ujian pertamanya. Agenda pertama adalah FIFA Series 2026 yang akan diselenggarakan di Indonesia pada akhir Maret. Dalam ajang ini, skuad Garuda dijadwalkan menjajal kekuatan Timnas Bulgaria, Saint Kitts dan Nevis, serta Kepulauan Solomon. Turnamen ini menjadi kesempatan emas bagi Herdman untuk melakukan observasi langsung terhadap kualitas individu pemain serta mencoba berbagai skema taktik di level internasional.
Tantangan berikutnya yang tak kalah bergengsi adalah Piala AFF 2026. Meski levelnya regional, turnamen ini memiliki beban sejarah yang berat bagi Indonesia, mengingat tim Merah Putih belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara sejak kompetisi ini digulirkan pada 1996. Indonesia tergabung di Grup A bersama juara bertahan Vietnam, Singapura, Kamboja, dan pemenang babak play-off. Publik tentu sangat mendambakan trofi ini, namun Gusnul Yakin menekankan bahwa masa awal jabatan Herdman adalah fase adaptasi yang sangat penting.
Proses adaptasi yang dimaksud tidak hanya mencakup pemahaman teknis di lapangan, tetapi juga penyesuaian terhadap budaya sepak bola, karakteristik suporter, hingga gaya hidup di Indonesia. Herdman, yang sukses membawa Kanada ke panggung Piala Dunia, diyakini memiliki rencana yang terukur. Ia memulai tugasnya dengan melakukan “blusukan” untuk memantau pemain di liga domestik, sebuah langkah awal untuk mengevaluasi kesiapan personel sebelum menerapkan sistem permainannya secara utuh.
Sebagai kesimpulan, FIFA Series dan Piala AFF 2026 harus dipandang sebagai ajang evaluasi dan pematangan tim, bukan sekadar memburu hasil akhir. Publik sepak bola Indonesia diharapkan tidak memberikan tekanan yang berlebihan atau ekspektasi yang terlalu muluk di fase awal ini. Dengan memberikan kepercayaan penuh dan waktu yang cukup bagi John Herdman untuk bekerja, transisi Timnas Indonesia menuju level yang lebih tinggi diharapkan dapat berjalan lebih stabil dan terarah demi prestasi jangka panjang yang berkelanjutan.