anonymous
Duka di Lintasan Balap: Mengenang Awhin Sanjaya, Sang Juara dari Masamba yang Rendah Hati
Semarang (usmnews) Dikutip dari Tribunnews.com, Dunia olahraga otomotif Indonesia, khususnya kancah balap motor, kembali diselimuti awan kelabu. Kabar duka yang menyayat hati datang dari ajang final Sumatera Cup Prix (SCP) yang digelar di Sirkuit Zabaq Nasional, Jambi.
Awhin Sanjaya, pembalap berbakat kebanggaan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, harus mengakhiri balapan terakhirnya dengan cara yang tragis.
Insiden kecelakaan fatal yang terjadi saat ia memacu kuda besinya di lintasan tersebut merenggut nyawanya, meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, tim, dan seluruh komunitas balap di Tanah Air.
Awhin Sanjaya bukanlah nama asing di telinga para pecinta balap motor nasional maupun Asia. Sosoknya dikenal sebagai pembalap yang memiliki skill mumpuni dan mental juara.
Namun, di balik helm dan pakaian balapnya yang gagah, serta agresivitasnya saat menaklukkan tikungan, Awhin dikenal sebagai pribadi yang sangat kontras dengan hingar-bingar dunia balap.
Berdasarkan kenangan orang-orang terdekat dan rekan seprofesinya, Awhin adalah sosok pemuda yang pendiam. Ia tidak banyak bicara, namun aksinya di lintasanlah yang selalu berbicara lantang membungkam lawan-lawannya.
Sifat pendiamnya itu berpadu dengan karakternya yang dikenal sangat murah senyum. Ia dikenang sebagai pribadi yang santun, humble, dan memiliki attitude yang sangat baik, baik kepada kru mekanik, sesama pembalap, maupun para penggemarnya.
Tidak ada kesan sombong yang terpancar darinya, meskipun ia pernah mencicipi persaingan ketat di level Asia saat berseragam Astra Honda Racing Team (AHRT).
Keramahan inilah yang membuat kepergiannya terasa begitu berat diterima oleh banyak pihak. Sosoknya yang hangat membuat siapa saja yang pernah berinteraksi dengannya merasa kehilangan seorang teman yang tulus.
Perjalanan karir Awhin Sanjaya adalah bukti dedikasi seorang anak daerah yang mampu menembus panggung besar. Membawa nama harum Masamba dan Sulawesi Selatan, ia telah menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan.
Namun, takdir berkata lain di penghujung tahun ini. Kecelakaan di Sirkuit Zabaq menjadi garis finis terakhir dalam perjalanan hidupnya. Meski upaya medis telah dilakukan semaksimal mungkin setelah insiden tersebut, nyawa sang pembalap tidak tertolong.
Kini, Masamba kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ucapan belasungkawa terus mengalir deras di media sosial, menjadi saksi betapa dicintainya sosok bernomor start ikonik ini.
Awhin Sanjaya mungkin telah pergi meninggalkan lintasan dunia untuk selamanya, namun kenangan akan senyumnya yang khas, sifatnya yang rendah hati, dan semangat juangnya di aspal panas akan tetap abadi dalam ingatan para pecinta otomotif Indonesia. Selamat jalan, Awhin Sanjaya.