Business

Kabar Baik! Nilai Tukar Dolar AS Turun Pagi Ini

Published

on

Semarang (usmnews) – Mengawali pekan ini, pergerakan nilai tukar Rupiah menunjukkan tren positif. Selain itu, nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) mulai melemah pada sesi pembukaan perdagangan Senin pagi. Oleh karena itu, kondisi tersebut memberi sinyal optimisme bagi pasar keuangan domestik. Selanjutnya, para pelaku pasar kini terus memantau fluktuasi mata uang global.

Data Terkini Pergerakan Dolar AS

Pertama-tama, mari kita lihat data terbaru dari Bloomberg pada Senin (23/2/2026). Posisi Dolar AS pada pukul 09.00 WIB menempati level Rp 16.862. Dengan kata lain, angka pergerakan ini menunjukkan penurunan sebanyak 26 poin.

Bahkan, mata uang Paman Sam tersebut merosot sekitar 0,15 persen dari posisi penutupan akhir pekan sebelumnya. Akibatnya, pelemahan ini menempatkan Dolar AS di kisaran level Rp 16.800-an. Lebih lanjut, para investor terus mencermati faktor pendorong turunnya mata uang ini.

Pengaruh Sentimen Global dan Kebijakan Trump

Tentu saja, pelemahan Dolar AS berkaitan erat dengan berbagai sentimen global. Terutama, dinamika ekonomi di Amerika Serikat menjadi sorotan utama pasar. Sebagai contoh, keputusan Mahkamah Agung (MA) AS menjadi salah satu pendorong utamanya.

Lembaga peradilan tersebut membatalkan kebijakan tarif era Presiden Donald Trump. Sebagai akibatnya, pembatalan ini memaksa pemerintah AS mengembalikan dana yang sangat besar. Padahal, total dana tersebut mencapai sekitar Rp 2.955 triliun. Oleh sebab itu, pelaku pasar merespons kebijakan baru ini dengan sangat hati-hati. Pada akhirnya, situasi ini langsung memicu aksi jual terhadap Dolar AS sehingga nilainya turun di pasar valuta asing.

Dampak Positif bagi Ekonomi Domestik

Sementara itu, bagi pelaku usaha domestik, pelemahan Dolar AS membawa kabar baik. Khususnya, para importir menjadi pihak yang paling merasakan manfaat positifnya. Sebab, saat nilai Rupiah menguat, biaya impor barang otomatis lebih murah.

Dengan demikian, hal ini membantu pemerintah mengendalikan laju inflasi secara efektif. Di samping itu, pedagang bisa menjaga harga barang kebutuhan di pasar agar lebih stabil. Pada gilirannya, masyarakat Indonesia juga akan mempertahankan daya belinya dengan baik. Kesimpulannya, Bank Indonesia pasti akan terus memantau kondisi pasar dan menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version