Entertainment
DJ Bravy Bantah Terlibat Kasus Lula Lahfah & Isu Whip Pink

Semarang (usmnews) – Warganet masih ramai membicarakan berita duka meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Jumat (23/1/2026). Sayangnya, spekulasi liar dan tak berdasar justru mewarnai kabar duka tersebut. Publik kini menyoroti nama DJ Bravy (Bravyson) yang mendadak terseret dalam polemik ini.
Netizen secara sepihak mengaitkan sosok tersebut dengan kepemilikan whip pink atau gas tawa (nitrous oxide). Sebagian orang menduga penggunaan gas itu menjadi penyebab berpulangnya sang selebgram. Mantan kekasih Erika Carlina ini akhirnya memutuskan untuk angkat bicara karena tak ingin isu tersebut semakin liar dan merusak reputasinya.
[Baca Juga: Janji Emosional Reza Arap Bersihkan Nama Mendiang Lula Lahfah di Tengah Duka]

Bantahan Tegas soal Bisnis Haram
Menanggapi tuduhan serius itu, sang DJ membantah keras. Ia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak terlibat dalam bisnis penjualan atau distribusi barang tersebut. DJ Bravy juga meluruskan kabar miring mengenai rekannya, Aloy, yang ikut menerima tuduhan serupa dari warganet.
Mengutip laporan Tribunnews, ia kemudian membuka fakta sebenarnya. Menurut keterangannya, pemilik asli bisnis itu berinisial A. Sosok tersebut kini berada di Hong Kong, bukan di Indonesia.
Pria ini juga menepis kabar burung di media sosial yang menyebut polisi telah memeriksa (BAP) mereka. Ia memastikan info pemeriksaan itu adalah hoaks semata.

DJ Bravy Siap Lapor Polisi untuk Jerat Pelaku Hoaks
Ia merasa tuduhan tak berdasar ini telah mencemarkan nama baiknya. Oleh karena itu, ia merespons fitnah ini dengan langkah serius. Melalui saluran Instagram pribadinya, ia menumpahkan kekesalan kepada para penyebar hoaks.
“Gue sekarang baru bisa percaya kalau monyet bisa main HP,” tulisnya menyindir tajam para netizen.
Lebih lanjut, ia mengaku telah berkonsultasi dengan tim kuasa hukum. Rencananya, pihak Bravy akan mempolisikan akun media sosial yang menyebarkan berita bohong tentang kematian Lula Lahfah.
Di sisi lain, ia meminta bantuan para pengikutnya. Ia berharap warganet segera melaporkan akun-akun penyebar fitnah agar polisi bisa memprosesnya. Sementara itu, aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab medis kematian Lula Lahfah menggunakan metode scientific investigation.







