Connect with us

Blog

Dipermalukan Persita di Kandang, Persijap Kalah 1-2: Kekompakan Buyar Usai Tendangan Pinalti Gagal

Published

on

Jepara (usmtv) – Persijap Jepara harus menerima kekalahan yang menyakitkan di kandang sendiri, Stadion Gelora Bumi Kartini, saat menjamu Persita Tangerang dalam lanjutan Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung pada Minggu (21/9/2025) itu berakhir dengan skor 1-2 untuk kemenangan tim tamu.

Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Menurutnya, anak asuhnya sebenarnya sudah tampil cukup baik di babak pertama, bahkan berhasil unggul 1-0. Namun, titik balik terjadi saat tendangan penalti yang dieksekusi oleh Sudi Abdallah gagal berbuah gol. Momen ini diduga menjadi penyebab buyarnya kekompakan tim.

Mario Lemos menilai, setelah kegagalan penalti, para pemain Laskar Kalinyamat mulai kehilangan fokus dan sering kali keluar dari posisi mereka. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Persita Tangerang untuk membalikkan keadaan di babak kedua. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu tetap mengapresiasi permainan solid yang ditunjukkan oleh Persita.

Lebih lanjut, Mario Lemos menegaskan bahwa kekalahan ini bukan kesalahan individu, melainkan kegagalan tim secara keseluruhan. Ia menyoroti ego beberapa pemain yang cenderung bermain secara individu, bukan sebagai sebuah tim. Menurutnya, Persijap hanya bisa meraih sukses jika seluruh elemen, mulai dari pemain, pelatih, manajemen, hingga suporter, bekerja sama.

Menatap laga selanjutnya melawan Persik Kediri, Mario Lemos meminta para pemain untuk kembali bermain secara kompak dan penuh semangat. Ia bahkan menggunakan kalimat yang cukup dramatis, “Kami harus berani mati di lapangan untuk bisa dapat poin. Cuma itu solusinya.” Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kemenangan di laga berikutnya untuk membangkitkan kembali mental tim.

Mario Lemos mengakui, kekalahan dari Persita adalah salah satu yang paling menyakitkan sepanjang kariernya. Ia merasa timnya seharusnya bisa memenangkan pertandingan, namun kenyataan berkata lain. “Jujur, ini kekalahan yang menyakitkan sepanjang karier saya… Tapi, itulah sepak bola, kami harus bangkit,” ujarnya.

Senada dengan pelatihnya, penjaga gawang Persijap, Rodrigo Moura Do Nascimento, juga mengungkapkan beratnya pertandingan tersebut. Ia merasa timnya sempat kehilangan fokus, yang berakibat kebobolan dua gol. “Seharusnya kami bisa menang dua kosong, tapi kami tidak bisa menciptakan gol penalti,” kata Rodrigo. Ia juga menekankan bahwa kekalahan ini adalah evaluasi bagi setiap pemain untuk tampil lebih baik di pertandingan mendatang.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *