International

Di Tengah Peningkatan Militer AS, Trump Tiba-Tiba Sinyalkan Kemungkinan Dialog dengan Nicolas Maduro

Published

on

Jakarta (usmnews) – Dilansir dari detiknews Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan sinyal yang mengejutkan mengenai pendekatannya terhadap Venezuela. Ia mengindikasikan adanya kemungkinan untuk melakukan perundingan langsung dengan Presiden Nicolas Maduro. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya pengerahan kekuatan militer AS di kawasan Amerika Latin, sebuah langkah yang telah memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik regional yang lebih luas.

Dilansir oleh kantor berita AFP pada Senin (17/11/2025), Trump secara tiba-tiba membuka wacana diskusi dengan Maduro, meskipun ia belum membeberkan detail lokasi atau waktu pelaksanaannya. “Kami mungkin akan berdiskusi dengan Maduro, dan kita lihat saja nanti hasilnya,” ujar Trump kepada wartawan di Bandara Internasional Palm Beach di Florida, AS. Trump bahkan menambahkan bahwa inisiatif tersebut datang dari pihak Venezuela. “Mereka ingin berbincang,” klaimnya.

Sikap terbaru Trump ini tampak sangat kontras dengan pernyataannya hanya beberapa hari sebelumnya, pada Jumat (14/11). Saat itu, ketika berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One dalam perjalanan ke Florida, Trump menyatakan bahwa dirinya “semacam telah mengambil keputusan” terkait Venezuela.

Meskipun ia menolak merinci keputusan tersebut, Trump mengaitkannya dengan kemajuan signifikan yang telah dibuat AS. “Saya tidak bisa memberi tahu Anda apa itu, tetapi kami telah membuat banyak kemajuan dengan Venezuela dalam hal menghentikan masuknya narkoba,” tambah Trump kala itu.

Pernyataan “keputusan telah diambil” tersebut sejalan dengan eskalasi militer AS yang masif di Amerika Latin dalam beberapa pekan terakhir. Washington telah mengerahkan kapal perang, jet tempur, dan ribuan tentara. Dalam operasi yang diklaim sebagai anti-narkotika, AS telah melancarkan serangan terhadap 21 kapal yang diduga sebagai penyelundup narkoba, yang dilaporkan telah mengakibatkan sedikitnya 80 orang tewas.

Pengerahan kekuatan ini ditandai dengan kedatangan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, di Amerika Latin pada hari Selasa sebelumnya, dengan tujuan resmi untuk membantu melawan perdagangan narkoba di wilayah tersebut.

Namun, pemerintah Venezuela di Caracas memandang manuver militer ini dengan penuh kecurigaan. Pengerahan aset strategis lain, seperti jet tempur siluman F-35 di Puerto Riko dan kapal-kapal Angkatan Laut AS di Karibia, dianggap sebagai kedok untuk plot perubahan rezim (regime change) yang terselubung.

Kekhawatiran Venezuela ini diperkuat oleh laporan CBS News pada hari Rabu lalu. Mengutip beberapa sumber, laporan itu menyebutkan bahwa para pejabat militer senior AS telah mempresentasikan kepada Trump opsi-opsi terbaru untuk kemungkinan operasi militer di Venezuela, yang bahkan mencakup skenario serangan darat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version