Sports
Debut Sensasional Mikhayla Shanum Caya dan Harapan Emas Skateboard Indonesia di SEA Games 2025
Semarang (usmnews) – Dikutip dari Sindonews.com Gelaran SEA Games 2025 di Thailand menjadi saksi lahirnya bintang baru dalam kancah olahraga ekstrem Asia Tenggara. Di tengah persaingan ketat antarnegara, perhatian publik tertuju pada sosok mungil namun bernyali besar dari kontingen Indonesia, Mikhayla Shanum Caya. Atlet yang baru berusia 11 tahun ini tidak hanya menyandang status sebagai anggota termuda dalam tim Merah Putih, tetapi juga berhasil membuktikan kualitasnya dengan menembus babak final nomor park putri.
Penampilan Mikhayla pada babak penyisihan menjadi sorotan tersendiri. Meski harus bersaing dengan atlet-atlet yang jauh lebih senior dan berpengalaman, ia tampil tanpa beban. Dengan gaya bertanding yang eksplosif dan penuh keberanian dalam mengeksekusi trik, Mikhayla sukses mengamankan posisi ketujuh dengan torehan skor 45,93. Walaupun perolehan poinnya belum menembus tiga besar di fase kualifikasi ini, lolosnya Mikhayla ke partai puncak yang akan digelar pada hari Minggu, 14 Desember, adalah sebuah pencapaian fenomenal. Kehadirannya di final bukan sekadar partisipasi, melainkan sinyal kuat bahwa regenerasi atlet skateboard Indonesia berjalan dengan sangat baik.
Namun, beban perebutan medali di nomor park putri tidak hanya berada di pundak sang debutan belia. Indonesia memiliki tumpuan kuat pada sosok senior, Nyimas Bunga Cinta. Berbeda dengan Mikhayla yang masih mencari pengalaman, Nyimas tampil sangat solid dan matang. Ia berhasil menutup babak penyisihan di peringkat kedua dengan skor impresif 68,31. Posisi ini menempatkannya sebagai penantang terkuat bagi wakil Filipina, Mazel Paris Alegado, yang saat ini memimpin klasemen sementara dengan skor 78,70. Kombinasi antara kematangan mental Nyimas dan potensi kejutan dari Mikhayla menciptakan peluang ganda bagi Indonesia untuk mendulang medali, bahkan emas, dari sektor putri.
Sementara itu, nasib kurang beruntung dialami oleh tim putra di nomor park. Perjuangan Firdausy Nuzula Putra dan Farel Aldi Pamungkas harus terhenti di babak penyisihan. Kendati Firdausy mampu finis di peringkat empat dan Farel di peringkat enam, hasil tersebut belum cukup untuk membawa mereka melangkah lebih jauh dalam kompetisi kali ini.
Dengan gugurnya wakil di nomor park putra, fokus kontingen Indonesia kini beralih sepenuhnya ke nomor street putra yang dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat. Harapan mendulang emas kini digantungkan kepada dua skater elit Indonesia, Basral Graito Hutomo dan Sanggoe Darma Tanjung. Keduanya bukan nama asing di kancah internasional. Sanggoe memiliki rekam jejak mentereng sebagai peraih medali emas SEA Games 2019 di Filipina dan perak Asian Games 2018, membuktikan mental juaranya di ajang multi event.
Di sisi lain, Basral Graito Hutomo datang dengan momentum yang sangat positif. Saat ini, ia menduduki peringkat 73 dunia untuk nomor street dan baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai kompetisi internasional The Bunt Jam di Melbourne, Australia, pada tahun 2024. Kolaborasi pengalaman Sanggoe dan performa puncak Basral diharapkan mampu membayar kegagalan di nomor park putra.
Secara keseluruhan, SEA Games 2025 Thailand ini menegaskan masa depan cerah skateboard Indonesia. Dengan adanya talenta muda berbakat seperti Mikhayla yang mampu bersinar di debutnya, serta konsistensi para atlet senior, Indonesia optimis dapat membawa pulang hasil terbaik dan terus mencetak sejarah di arena skatepark internasional.