Connect with us

Sports

Debut Gemilang di Melbourne, Janice Tjen Cetak Sejarah Baru bagi Tenis Indonesia di Australian Open 2026

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Dunia tenis Indonesia kembali menorehkan tinta emas di kancah internasional pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Janice Tjen, petenis putri kebanggaan tanah air, sukses mencuri perhatian dunia dalam debut perdananya di ajang bergengsi Australian Open. Bertanding di ANZ Arena, Melbourne, Janice tampil memukau dan berhasil menumbangkan petenis unggulan asal Kanada, Leylah Fernandez.

​Pertandingan yang dimulai pada pukul 11.00 pagi waktu Melbourne ini berlangsung sengit selama hampir dua jam. Meski menghadapi lawan yang memiliki peringkat jauh di atasnya Leylah menempati peringkat 22 dunia sementara Janice berada di peringkat 59 mental juara Janice tidak surut. Ia mendominasi set pertama dengan skor meyakinkan 6-2 dan menutup perlawanan Leylah di set kedua melalui tie-break yang dramatis dengan skor 7-6 (1).

Menjemput Sejarah yang Telah Lama Dinanti

​Kemenangan ini bukan sekadar lolos ke babak selanjutnya; ini adalah momen bersejarah bagi olahraga tenis Indonesia. Janice Tjen tercatat sebagai petenis putri Indonesia pertama yang berhasil memenangkan babak utama di Australian Open sejak tahun 1998.

​Prestasi ini melanjutkan tren positif yang telah ia bangun sebelumnya. Pada November 2025, Janice juga telah mencatatkan namanya dalam sejarah Hologic WTA Tour di Chennai Open sebagai pemain Indonesia pertama yang memenangkan gelar tunggal tingkat tur sejak era Angelique Widjaja pada tahun 2002. Di usia yang baru menginjak 23 tahun, Janice telah membuktikan dirinya sebagai aset masa depan yang paling bersinar bagi cabang olahraga ini.

Fanatisme dan Dukungan Total Warga Indonesia

​Keberhasilan Janice di lapangan tidak lepas dari atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh warga diaspora Indonesia di Melbourne. Meskipun pertandingan digelar pada hari kerja (Selasa), hal tersebut tidak menyurutkan semangat para pendukung untuk memadati arena.

​Salah satu pendukung setia, Ferry Hasiholan, bahkan rela mengambil cuti kerja khusus untuk memberikan dukungan langsung. Bagi Ferry, menyaksikan Janice bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah kebanggaan nasional. Ia mengaku takjub dengan lonjakan prestasi Janice yang mampu meroket dari peringkat 400-500 WTA hingga menembus 50 besar dunia dalam waktu singkat.

​”Janice Tjen juga masih muda, dan dia salah satu petenis yang melompat dari peringkat 400-500 WTA, sekarang sudah ke 50-an. Apalagi dia masih 23 tahun. Itu yang menjadi trigger (pemicu) menonton, dan dia adalah masa depan cabang olahraga tenis Indonesia,” ungkap Ferry dengan penuh antusias.

​Kehadiran Janice juga menjadi pemersatu warga Indonesia di perantauan. Ferry, yang biasanya menonton Australian Open seorang diri, kali ini berinisiatif mengumpulkan sesama warga Indonesia untuk menonton bersama sembari mengibarkan bendera Merah Putih di tribun penonton.

Antusiasme Sejak Dini Hari

​Kisah dedikasi pendukung juga datang dari Henny Wells dan Dini Millie. Henny mengaku telah bangun sejak pukul 06.00 pagi untuk bersiap menuju arena demi mendapatkan kursi terbaik. Keyakinannya pada kemampuan Janice tumbuh setelah menyaksikan performa sang atlet di Hobart, Tasmania, beberapa hari sebelumnya. Harapan Henny pun terbayar lunas dengan permainan apik yang disuguhkan Janice.

​Sementara itu, Dini Millie merasakan euforia yang begitu besar hingga ia mengaku sulit tidur pada malam sebelum pertandingan karena terlalu bersemangat. Biasanya hanya menyaksikan lewat layar televisi, Dini merasa terpanggil untuk hadir langsung kali ini. “Saya ingin menonton pemain Indonesia, siapa lagi kalau bukan kita yang mendukung?” ujarnya.

​Kemenangan Janice Tjen di Australian Open 2026 ini menjadi bukti bahwa dengan kerja keras dan dukungan penuh dari bangsa sendiri, atlet Indonesia mampu bersaing dan menaklukkan panggung dunia.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *