Lifestyle
Buncis : Bukan Sekadar Pelengkap Hidangan, Ketahui 5 Khasiat Sehatnya yang Mengagumkan bagi Tubuh.

Semarang (usmnews) dikutip dari cnnindonesia.com Selama ini, kehadiran buncis di meja makan keluarga Indonesia mungkin dianggap hal yang biasa saja. Ia sering kali hanya tampil sebagai “pemeran pembantu”—entah itu sebagai pelengkap dalam tumisan, teman makan steak, rebusan dalam gado-gado, atau sekadar lalapan segar. Namun, persepsi bahwa buncis hanyalah sayuran pelengkap perlu segera diubah. Si hijau yang renyah ini sejatinya menyimpan kekayaan nutrisi luar biasa yang layak menjadikannya “bintang utama” dalam menu harian Anda.
Dikenal secara internasional sebagai green beans atau snap beans, buncis adalah jenis polong-polongan yang dipanen saat masih muda sebelum bijinya matang sempurna. Profil nutrisinya sangat mengesankan bagi siapa saja yang peduli pada kesehatan. Dengan kandungan air yang mencapai hampir 90 persen, buncis adalah definisi dari makanan padat nutrisi namun rendah kalori. Bayangkan, dalam satu cangkir sajian, buncis hanya menyumbang sekitar 40 kalori, namun memberikan 3 gram serat serta deretan vitamin dan mineral esensial seperti kalium, magnesium, zat besi, dan vitamin K.

Melansir dari Real Simple, berikut adalah uraian mendalam mengapa buncis layak mendapatkan tempat istimewa di piring makan Anda demi kesehatan jangka panjang:
- Perisai Alami untuk Kesehatan Kardiovaskular
Jantung adalah organ vital yang bekerja tanpa henti, dan buncis adalah sahabat terbaiknya. Kandungan kalium dan magnesium yang tinggi dalam buncis berfungsi sebagai regulator alami tekanan darah. Kedua mineral ini bekerja sinergis untuk merelaksasi pembuluh darah dan menjaga irama jantung tetap stabil.
Keunggulan lainnya adalah sifat buncis yang secara alami rendah natrium. Ini menjadikannya pilihan makanan yang sangat aman dan dianjurkan bagi penderita hipertensi. Kombinasi antara asupan kalium yang cukup dan natrium yang rendah adalah kunci utama dalam mencegah lonjakan tekanan darah dan menurunkan risiko stroke. Selain itu, kandungan folat dalam buncis—yang memenuhi sekitar 8 persen kebutuhan harian per porsi—sangat krusial untuk perbaikan sel dan menurunkan kadar homosistein, asam amino yang jika berlebihan bisa merusak pembuluh darah.
- Kunci Pencernaan Lancar dan Usus Bahagia
Kesehatan tubuh bermula dari usus yang sehat, dan buncis menyediakan “bahan bakar” yang tepat untuk itu. Dengan kandungan serat sekitar 3 gram per cangkir (setara 10 persen kebutuhan harian), buncis sangat efektif untuk menjaga regularitas buang air besar dan mencegah sembelit.
Namun, manfaatnya lebih dari sekadar melancarkan pencernaan. Serat dalam buncis juga bertindak sebagai prebiotik. Prebiotik adalah makanan bagi miliaran bakteri baik (probiotik) yang hidup di usus kita. Dengan rutin mengonsumsi buncis, Anda secara tidak langsung sedang memberi makan pasukan bakteri baik tersebut, yang pada gilirannya akan menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan meningkatkan kesehatan pencernaan secara menyeluruh.
- Fondasi Kokoh untuk Tulang yang Kuat
Ketika berbicara tentang tulang, kalsium seringkali menjadi satu-satunya nutrisi yang diingat. Padahal, penyerapan kalsium tidak akan optimal tanpa kehadiran vitamin K. Di sinilah peran vital buncis. Sayuran ini adalah “gudang” vitamin K.

Dalam setiap 100 gram buncis, terkandung sekitar 35 persen dari total kebutuhan vitamin K harian Anda. Vitamin K bertugas mengaktifkan protein yang mengikat kalsium ke dalam tulang, sehingga tulang menjadi padat dan tidak mudah keropos. Selain itu, buncis juga dilengkapi dengan fosfor dan magnesium yang merupakan mineral pendukung struktur tulang. Tak hanya untuk tulang, vitamin K juga esensial dalam proses pembekuan darah dan mempercepat penyembuhan luka, menjadikan buncis penting bagi metabolisme tubuh secara umum.
- Booster Imunitas dan Penjaga Awet Muda
Jangan remehkan kekuatan perlindungan yang ditawarkan buncis. Sayuran ini kaya akan senyawa antioksidan kuat seperti flavonoid dan karotenoid. Senyawa-senyawa bioaktif ini bertugas melawan radikal bebas, meredakan peradangan kronis dalam tubuh, serta melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif yang menjadi pemicu berbagai penyakit degeneratif.
Lebih jauh lagi, buncis mengandung vitamin C sekitar 12 miligram per cangkir (13 persen kebutuhan harian). Vitamin C tidak hanya memperkuat sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri, tetapi juga vital untuk produksi kolagen. Kolagen inilah yang menjaga kulit Anda tetap kenyal, elastis, dan sehat. Ditambah dengan kandungan vitamin A yang baik untuk penglihatan dan regenerasi sel, buncis benar-benar paket lengkap untuk kesehatan dari dalam hingga luar.







