Tech
Blunder Administratif Apple: Mouse Logitech Lumpuh Massal Akibat Sertifikat Kedaluwarsa
Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Komunitas pengguna Mac di seluruh dunia dikejutkan oleh insiden teknis yang tidak biasa pada pagi hari tanggal 9 Januari 2026. Ribuan pengguna melaporkan bahwa perangkat tetikus (mouse) dan papan ketik (keyboard) merek Logitech mereka mendadak berhenti berfungsi atau tidak terdeteksi sama sekali oleh sistem operasi macOS. Setelah ditelusuri, masalah ini bukan disebabkan oleh kerusakan perangkat keras (hardware) ataupun bug pada pembaruan perangkat lunak Logitech, melainkan kesalahan administratif fatal dari pihak Apple. Akar Masalah: Kelalaian Perpanjangan Sertifikat Keamanan. Inti dari kekacauan ini bermuara pada protokol keamanan ketat yang diterapkan dalam ekosistem Apple.
Sistem operasi Mac (macOS) dirancang untuk memverifikasi setiap perangkat eksternal dan driver yang terhubung menggunakan sertifikat digital yang sah. Berdasarkan laporan yang beredar, insiden ini dipicu karena Apple “lupa” memperbarui atau membayar perpanjangan sertifikat penandatanganan kode (code-signing certificate) yang spesifik digunakan untuk memverifikasi driver pihak ketiga, dalam hal ini Logitech. Sertifikat tersebut memiliki tanggal kedaluwarsa yang jatuh tepat pada dini hari tanggal 9 Januari 2026. Akibatnya, ketika sertifikat tersebut mati (expired), sistem keamanan macOS—seperti Gatekeeper dan XProtect—secara otomatis menganggap perangkat lunak pengontrol mouse Logitech (seperti Logi Options+ atau G Hub) sebagai perangkat lunak yang tidak terpercaya atau berpotensi berbahaya (malware).
Dampaknya sangat masif dan instan. Pengguna yang mencoba menggunakan mouse Logitech mereka mendapati beberapa gejala:Koneksi Terputus: Mouse yang terhubung via Bluetooth tiba-tiba disconnect dan menolak untuk tersambung kembali. Fitur Hilang: Bagi pengguna yang menggunakan dongle USB, kursor mungkin masih bisa bergerak (karena menggunakan driver standar HID), namun fitur-fitur canggih seperti custom button, scroll wheel cepat, dan gesture control mati total karena software pendukungnya diblokir oleh macOS. Peringatan Keamanan: Munculnya pop-up peringatan sistem yang menyatakan bahwa “Ekstensi sistem dari pengembang ini telah kedaluwarsa dan dinonaktifkan demi keamanan Mac Anda.
Insiden ini memicu gelombang kritik di media sosial dan forum teknologi. Banyak profesional kreatif—seperti desainer grafis dan editor video yang sangat bergantung pada periferal Logitech—merasa dirugikan karena produktivitas mereka terhenti total hanya karena masalah administratif sepele. Kasus ini menyoroti ketergantungan yang berisiko pada sistem “Walled Garden” (taman bertembok) milik Apple. Meskipun kontrol ketat atas sertifikat keamanan bertujuan untuk melindungi pengguna dari virus, namun ketika pemegang kunci (Apple) melakukan kesalahan klerikal seperti lupa membayar atau memperbarui sertifikat, dampaknya bisa melumpuhkan fungsionalitas perangkat keras pihak ketiga yang seharusnya tidak bermasalah.
Hingga berita ini diturunkan, Apple dikabarkan tengah menyiapkan pembaruan darurat (hotfix) pada sisi server (server-side update) untuk memperbarui status sertifikat tersebut tanpa mengharuskan pengguna melakukan instalasi ulang macOS secara penuh. Sementara itu, pihak Logitech telah mengeluarkan pernyataan bahwa perangkat mereka dalam kondisi baik dan meminta pengguna untuk menunggu perbaikan resmi dari Apple. Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi raksasa teknologi bahwa dalam ekosistem yang serba terhubung dan terverifikasi secara digital, satu kelalaian kecil pada tanggal kedaluwarsa sertifikat dapat berakibat fatal bagi jutaan pengguna.