Lifestyle

Benteng bersejarah Fort Willem I kini telah bertransformasi dan resmi dibuka sebagai destinasi wisata malam di Ambarawa.

Published

on

Semarang (usmnews) dikutip dari kompas.com Selama bertahun-tahun, Kecamatan Ambarawa di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, telah mematri namanya sebagai salah satu destinasi wisata sejarah paling ikonik di Indonesia. Wilayah ini sangat identik dengan Museum Kereta Api Ambarawa, sebuah tempat di mana lokomotif uap kuno masih gagah berdiri dan wisatawan dapat merasakan nostalgia perjalanan menggunakan Kereta Wisata.

Namun, ada satu stigma yang melekat pada pariwisata Ambarawa selama ini: ia adalah “kota siang hari”. Biasanya, geliat aktivitas wisata akan meredup seiring tenggelamnya matahari. Wisatawan yang datang untuk menjajal sensasi kereta tua umumnya akan pulang atau berpindah ke kota lain saat malam tiba, karena ketiadaan destinasi wisata malam yang memadai di kawasan tersebut.

Era Baru Wisata Malam Ambarawa Anggapan bahwa Ambarawa “mati” di malam hari kini resmi menjadi cerita lama. Sebuah terobosan baru telah hadir untuk menghidupkan suasana malam di kota palagan ini. Destinasi tersebut adalah Benteng Pendem Ambarawa atau yang secara historis dikenal sebagai Fort Willem I. Bangunan bersejarah yang dulunya mungkin terkesan angker dan tertutup, kini telah bersolek menjadi destinasi wisata modern yang ramah pengunjung hingga malam hari.

Transformasi ini ditandai dengan pembukaan resmi benteng tersebut untuk umum pada pertengahan November 2025. Langkah ini merupakan angin segar bagi industri pariwisata lokal, memberikan opsi rekreasi bagi warga sekitar maupun pelancong dari luar kota yang ingin menikmati suasana bangunan kolonial di bawah temaram lampu malam.

Jadwal Operasional dan Manajemen Baru Pengelolaan wajah baru Benteng Pendem ini berada di bawah naungan The Lawu Group, sebuah manajemen yang memang dikenal piawai mengelola destinasi wisata alam dan sejarah. Rangkaian pembukaan destinasi ini dilakukan secara bertahap:

Fase Uji Coba (Trial Opening): Dilakukan selama tiga hari, mulai dari Sabtu hingga Senin (15-17 November 2025). Pada fase ini, manajemen memberikan akses gratis kepada pengunjung dengan jam operasional terbatas dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Pembukaan Resmi (Grand Opening): Dilakukan pada Senin, 17 November 2025.

Operasional Reguler: Terhitung mulai Selasa, 18 November 2025, aturan tiket berbayar dan jam operasional baru mulai berlaku efektif.

Menikmati Suasana Hingga Pukul 21.00 WIB Perubahan paling signifikan yang dibawa oleh manajemen baru adalah perpanjangan jam operasional. Ahmad Rido, selaku General Manager (GM) The Lawu Group, menegaskan komitmennya untuk menghidupkan pariwisata malam.

“Benteng akan buka mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB setelah grand opening,” ungkap Ahmad Rido.

Kebijakan ini memungkinkan wisatawan untuk mengeksplorasi arsitektur megah benteng abad ke-19 tersebut dalam dua suasana berbeda: kemegahan detail bangunan saat terang, dan nuansa misterius nan eksotis saat malam.

Wisata Kuliner di Dalam Benteng Daya tarik Benteng Pendem di malam hari tidak hanya terletak pada wisata visual atau sightseeing semata. Pengelola telah menyulap area benteng menjadi tempat nongkrong yang asik dengan hadirnya fasilitas Food Court dan kawasan kuliner.

Bayangkan sensasi menikmati hidangan lezat dikelilingi dinding-dinding tua yang kokoh dan bersejarah. Wisatawan kini dapat bersantai, menyantap makan malam, atau sekadar minum kopi di dalam area benteng, menjadikan kunjungan ke Ambarawa pengalaman yang lengkap—mulai dari wisata edukasi sejarah hingga wisata kuliner yang memanjakan lidah.

Dengan adanya revitalisasi ini, Benteng Pendem Ambarawa diharapkan menjadi magnet baru yang mampu menahan wisatawan untuk tinggal lebih lama di Kabupaten Semarang.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version