Connect with us

Blog

Bencana Banjir Melanda Cipocok Jaya: Ratusan Rumah Terendam dan Warga Terpaksa Mengungsi

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Kota Serang kembali menghadapi tantangan alam yang serius menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Salah satu titik terdampak paling parah adalah Kecamatan Cipocok Jaya, di mana sekitar 140 rumah warga dilaporkan terendam banjir sejak hari Minggu kemarin.

Situasi ini memaksa ratusan jiwa untuk meninggalkan kediaman mereka demi mencari perlindungan di tempat yang lebih aman, karena ketinggian air yang terus meningkat dan mengancam keselamatan.

Berdasarkan laporan dari lapangan, banjir ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak Minggu siang. Volume air yang sangat besar tidak mampu lagi ditampung oleh drainase kota dan aliran sungai di sekitar pemukiman, sehingga air mulai meluap dan masuk ke rumah-rumah warga.

Kondisi ini bukanlah hal baru bagi sebagian penduduk, namun skala banjir kali ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena proses surutnya air yang tergolong lambat.

Sebanyak 140 unit rumah yang tersebar di beberapa titik di Kelurahan Cipocok Jaya kini tergenang air dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai lebih dari satu meter di titik-titik terendah.

Akibatnya, aktivitas rumah tangga lumpuh total. Banyak warga yang tidak sempat menyelamatkan seluruh harta benda mereka karena air datang dengan cukup cepat, terutama pada saat warga sedang beristirahat atau bersiap-siap melakukan aktivitas sore.

Proses evakuasi pun segera dilakukan secara mandiri maupun dengan bantuan petugas. Warga yang terdampak kini terpantau telah mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian sementara.

Beberapa di antaranya memilih untuk bertahan di masjid-masjid terdekat yang memiliki lantai lebih tinggi, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat atau saudara yang tidak terdampak banjir. Raut kelelahan dan kecemasan tampak jelas di wajah para pengungsi yang harus menghadapi kondisi dingin dan lembap di tengah cuaca ekstrem.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang telah menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan memberikan bantuan darurat. Petugas BPBD bersama relawan bahu-membahu mengevakuasi warga yang masih terjebak di dalam rumah, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.

Selain melakukan evakuasi, pihak berwenang juga terus memantau perkembangan cuaca dan ketinggian debit air sungai, mengingat awan mendung masih menyelimuti langit Serang dan potensi hujan susulan masih sangat tinggi.

Selain kerugian material berupa kerusakan bangunan dan perabotan rumah tangga, banjir ini juga memicu kekhawatiran akan munculnya berbagai masalah kesehatan. Genangan air yang bercampur dengan sampah dan kotoran meningkatkan risiko penyakit kulit, diare, dan infeksi saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak yang berada di pengungsian.

Oleh karena itu, warga sangat mengharapkan adanya bantuan berupa logistik makanan, air bersih, pakaian layak pakai, serta obat-obatan dari pemerintah daerah maupun para dermawan.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih berjaga-jaga dan berharap air segera surut agar mereka dapat kembali ke rumah untuk mulai membersihkan sisa-sisa lumpur yang terbawa banjir.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan mengenai urgensi perbaikan sistem drainase dan normalisasi sungai di wilayah Kota Serang, guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang saat puncak musim penghujan tiba.

Kewaspadaan masyarakat pun diminta tetap tinggi, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan bahwa intensitas hujan di wilayah Banten masih akan cukup signifikan dalam beberapa hari ke depan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *