Blog
Belanda Turunkan Trio Penyerang Tersubur Saat Hadapi Maroko di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Semarang (usmnews) – Tim nasional Belanda memilih menurunkan kekuatan terbaiknya saat menghadapi Maroko pada pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Selasa waktu Indonesia Barat. Dalam laga yang menjadi penentu langkah menuju babak berikutnya tersebut, pelatih Ronald Koeman mempercayakan lini serang kepada tiga pemain yang selama turnamen tampil paling produktif, yakni Cody Gakpo, Brian Brobbey, dan Crysencio Summerville.
Ketiga penyerang tersebut menjadi tumpuan utama Belanda karena telah memberikan kontribusi besar dalam urusan mencetak gol sepanjang kompetisi. Brian Brobbey menjadi pemain paling subur dengan koleksi tiga gol, sedangkan Cody Gakpo dan Crysencio Summerville masing-masing telah mengemas dua gol. Total tujuh gol yang dihasilkan trio tersebut membuat Koeman kembali menaruh kepercayaan kepada mereka untuk memimpin serangan Oranje pada laga penting melawan Maroko.
Di sektor tengah, Ronald Koeman tetap mengandalkan duet Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong. Kedua gelandang ini memiliki peran vital sebagai pengatur permainan sekaligus penghubung antara lini belakang dan lini depan. Selain bertugas menjaga keseimbangan tim, mereka juga diharapkan mampu menguasai penguasaan bola, mengatur tempo pertandingan, serta mematahkan aliran serangan lawan sejak dari area tengah lapangan. Pengalaman dan kemampuan teknis yang dimiliki De Jong dipadukan dengan tenaga serta mobilitas Gravenberch diharapkan mampu memberikan stabilitas permainan Belanda.
Sementara itu, lini pertahanan Belanda dipimpin oleh sang kapten, Virgil van Dijk. Bek berpengalaman tersebut kembali menjadi andalan utama setelah belum pernah mendapatkan waktu istirahat selama turnamen berlangsung. Van Dijk akan berduet dengan Nathan Aké dan Jan Paul van Hecke di jantung pertahanan untuk menghalau berbagai ancaman dari lini depan Maroko. Di sisi sayap pertahanan, Denzel Dumfries dan Micky van de Ven diberi tugas untuk menjaga area luar sekaligus aktif membantu serangan ketika tim memperoleh kesempatan melakukan transisi menyerang.
Dengan skema lima bek yang diterapkan, Belanda tampaknya ingin menciptakan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang efektif. Kehadiran Dumfries serta Van de Ven di sektor sayap memberikan fleksibilitas karena keduanya mampu naik membantu penyerangan tanpa mengurangi kekuatan lini belakang.
Di kubu Maroko, pelatih Mohamed Ouahbi juga menurunkan komposisi pemain terbaik yang dimilikinya. Brahim Diaz dipercaya sebagai ujung tombak utama dalam skema 4-2-3-1. Pemain tersebut diharapkan menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Belanda melalui kemampuan menggiring bola, kreativitas, serta penyelesaian akhirnya di depan gawang.
Untuk mendukung pergerakan Diaz, Maroko memasang tiga gelandang serang, yakni Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, dan Ismael Saibari. Ketiga pemain tersebut diperkirakan akan bergerak secara dinamis di belakang penyerang utama. Mereka tidak hanya bertugas menciptakan peluang, tetapi juga dapat bergantian masuk ke kotak penalti dan mengisi posisi sebagai penyerang ketika situasi pertandingan mengharuskannya. Fleksibilitas permainan mereka menjadi salah satu kekuatan utama Singa Atlas dalam membongkar pertahanan lawan.
Di lini tengah yang lebih dalam, Ayyoub Bouaddi bersama Neil El Aynaoui mendapatkan tanggung jawab untuk mengendalikan ritme permainan Maroko. Keduanya akan berusaha memutus aliran bola dari lini tengah Belanda sekaligus membangun serangan dari bawah. Pertarungan antara duet Bouaddi-El Aynaoui melawan Gravenberch-De Jong diperkirakan menjadi salah satu duel paling menarik karena dapat menentukan tim mana yang mampu mendominasi jalannya pertandingan.
Pada sektor pertahanan, Maroko kembali mengandalkan kapten tim Achraf Hakimi sebagai bek kanan. Selain memiliki tugas bertahan, Hakimi dikenal sering membantu penyerangan melalui kecepatan dan kemampuan melakukan overlap di sisi lapangan. Di sisi kiri, Noussair Mazraoui juga diharapkan memberikan kontribusi serupa dengan aktif mendukung serangan tanpa melupakan tanggung jawab defensifnya.
Adapun posisi bek tengah ditempati oleh Issa Diop dan Chadi Riad. Keduanya akan bekerja sama menjaga area pertahanan sekaligus melindungi penjaga gawang Yassine Bounou yang kembali dipercaya mengawal mistar gawang Maroko. Pengalaman Bounou dalam menghadapi pertandingan besar menjadi modal penting bagi Singa Atlas untuk meredam tekanan yang kemungkinan akan diberikan para penyerang Belanda.
Berdasarkan susunan pemain yang diturunkan kedua pelatih, pertandingan diperkirakan berlangsung sengit sejak menit awal. Belanda mengandalkan produktivitas lini depannya yang telah terbukti sepanjang turnamen, sedangkan Maroko berharap pada permainan kolektif, kreativitas lini tengah, serta kecepatan para pemain sayap untuk menciptakan peluang. Selain duel antarlini depan dan pertahanan, perebutan kendali di sektor tengah juga diyakini akan menjadi faktor penentu hasil pertandingan.
Susunan pemain
Belanda (5-2-3): Bart Verbruggen, Virgil van Dijk, Nathan Aké, Jan Paul van Hecke, Micky van de Ven, Denzel Dumfries, Ryan Gravenberch, Frenkie de Jong; Cody Gakpo, Brian Brobbey, Crysencio Summerville.
Pelatih: Ronald Koeman.
Maroko (4-2-3-1): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, Issa Diop, Chadi Riad; Ayyoub Bouaddi, Neil El Aynaoui, Bilal El Khannouss, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Brahim Diaz.
Pelatih: Mohamed Ouahbi.