Tech

Kabel Laut Putus, BAKTI Percepat Perbaikan Palapa Ring Tengah

Published

on

Semarang (usmnews) – BAKTI Komdigi bergerak cepat untuk mengatasi masalah jaringan internet di perbatasan utara Indonesia. Lembaga ini segera mengawal perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah demi memulihkan konektivitas antarwilayah secara menyeluruh. Langkah preventif ini menyasar kerusakan serat optik parsial pada perairan segmen Melonguane menuju Morotai. Tim teknis berupaya keras agar kualitas koneksi internet warga kepulauan kembali normal secepatnya. Upaya percepatan ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga kestabilan komunikasi nasional.

Anomali jaringan kabel bawah laut muncul setelah gempa bumi magnitudo 5,7 mengguncang kawasan perbatasan. Selain itu, serangkaian gempa susulan turut memperparah kondisi fisik instalasi serat optik samudra. Bencana alam ini langsung memicu penurunan kualitas sinyal komunikasi di tiga wilayah kabupaten. Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Sitaro merasakan dampak langsung tersebut. Oleh karena itu, BAKTI mengambil langkah nyata agar gangguan tidak berkembang menjadi kelumpuhan total.

Pelaksanaan Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring Tengah di Kedalaman Ekstrem

Hasil analisis teknis menunjukkan bahwa titik kerusakan serat optik berada pada kedalaman 3.400 meter. Lokasi gangguan tersebut membentang sejauh 95 kilometer dari Terminal Station Morotai Maluku Utara. Kedalaman ekstrem ini menghadirkan tantangan teknis yang sangat rumit bagi para insinyur lapangan. Bahkan, proses pemulihan membutuhkan armada kapal khusus yang memiliki perlengkapan penyambung serat optik. Fasilitas kapal khusus tersebut mampu menjangkau palung laut dalam demi menyelesaikan perbaikan jaringan.

Pihak manajemen telah menyusun jadwal pemulihan infrastruktur telekomunikasi wilayah utara secara matang. Kapal khusus akan berlayar dari Pelabuhan Bitung menuju lokasi kerja pada 28 Juli 2026. Namun, proses penyambungan kabel menimbulkan periode kritis pemutusan sementara koneksi selama 12 hari. Segenap tim menargetkan seluruh perbaikan kabel laut Palapa Ring Tengah tuntas pada 11 Agustus 2026.

Plt Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano menegaskan komitmen penuh lembaga dalam menangani kendala tersebut.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” ungkap Darien Aldiano.

Pemanfaatan Satelit SATRIA 1

Guna menjaga kelancaran komunikasi masyarakat, BAKTI menghadirkan solusi alternatif melalui teknologi jaringan satelit. Lembaga ini mengoptimalkan peran satelit SATRIA 1 pada 286 titik layanan publik daerah perbatasan. Selanjutnya, tim teknis mendistribusikan kapasitas internet secara merata sesuai tingkat kebutuhan kawasan setempat. Penyedia layanan menjamin kestabilan pasokan sinyal satelit selama proses perbaikan berlangsung.

Secara rinci, BAKTI memperkuat 106 titik akses di Sangihe dan 28 titik di Sitaro. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Talaud mendapatkan alokasi terbesar dengan total 132 titik akses satelit. Lembaga ini meningkatkan kapasitas bandwidth secara bertahap mulai dari 50 Mbps hingga 150 Mbps. Dengan demikian, warga kepulauan tetap bisa mengakses internet secara lancar selama pemeliharaan berlangsung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version