Education

Bahaya Tersembunyi di Balik Kebiasaan Menggerus Obat: Kenali Kode ER, SR, dan XR Sebelum Menyesal

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari kompas.com Bagi sebagian orang, menelan tablet obat dalam bentuk utuh bisa menjadi tantangan tersendiri yang cukup menyiksa. Entah karena ukuran tablet yang terlalu besar atau refleks muntah yang sensitif, banyak pasien akhirnya mencari jalan pintas dengan cara menghancurkan, menggerus, atau mematahkan obat tersebut sebelum diminum. Meskipun cara ini membuat obat lebih mudah masuk ke kerongkongan kendati rasa pahitnya menjadi lebih menyengat tindakan ini ternyata menyimpan risiko medis yang serius jika dilakukan tanpa pengetahuan yang memadai.

​Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Zullies Ikawati, memberikan peringatan keras bahwa kebiasaan menggerus obat tidak bisa dipukul rata untuk semua jenis medikasi. Dalam penjelasannya pada Kamis (15/1/2026), beliau menegaskan bahwa formulasi obat-obatan tertentu dirancang sedemikian rupa untuk bekerja secara spesifik di dalam tubuh, dan mengubah bentuk fisiknya bisa merusak mekanisme kerja tersebut. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami aturan mainnya, karena tidak semua tablet diciptakan sama.

Membedakan Tablet Biasa dan Tablet Khusus

​Secara umum, obat-obatan konvensional seperti obat pereda nyeri (sakit kepala) atau obat flu memang dirancang untuk segera larut di dalam lambung. Untuk jenis ini, penghancuran atau penggerusan tablet relatif aman karena zat aktifnya memang ditujukan untuk segera diserap tubuh begitu sampai di pencernaan. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan ketika berhadapan dengan obat-obatan berteknologi khusus.

Risiko Fatal pada Obat Lepas Lambat (Extended Release)

​Kategori pertama yang pantang digerus adalah obat dengan mekanisme lepas lambat. Obat jenis ini sering kali ditandai dengan kode huruf di belakang nama dagangnya, seperti ER (Extended Release), SR (Sustained Release), atau XR (Extended Release). Teknologi ini diciptakan demi kenyamanan pasien, memungkinkan mereka cukup meminum satu tablet untuk efek yang bertahan sepanjang hari.

​Prof. Zullies menjelaskan bahwa di dalam satu tablet jenis ini, terkandung dosis obat yang tinggi yang seharusnya dilepaskan sedikit demi sedikit secara bertahap selama 12 hingga 24 jam. Jika tablet ini digerus, mekanisme “rem” atau penahan pelepasan tersebut akan rusak. Akibatnya, dosis besar yang seharusnya untuk satu hari penuh akan tumpah dan diserap tubuh sekaligus dalam satu waktu. Hal ini sangat berbahaya karena dapat memicu overdosis mendadak dan meningkatkan risiko efek samping yang fatal.

Ancaman Iritasi pada Obat Salut Enterik

​Kategori kedua yang harus diwaspadai adalah obat dengan lapisan salut enterik (enteric coated). Tablet jenis ini dilapisi bahan khusus yang membuatnya tahan terhadap asam lambung. Tujuannya bukan untuk memperlambat kerja obat, melainkan untuk melindungi lambung dari iritasi atau melindungi obat agar tidak rusak oleh asam lambung, sehingga baru akan hancur dan diserap saat mencapai usus.

​Jika obat salut enterik ini digerus, lapisan pelindungnya akan hancur sebelum waktunya. Konsekuensinya, zat aktif obat akan terlepas di lambung. Hal ini bisa menyebabkan rasa perih yang hebat, iritasi dinding lambung, atau justru membuat obat menjadi tidak efektif karena rusak terkena asam lambung sebelum sempat bekerja.

Kesimpulan

​Sangat penting bagi pasien untuk tidak mengambil keputusan sepihak dalam mengubah bentuk obat. Prof. Zullies menyarankan agar masyarakat selalu teliti membaca kemasan dan label obat. Jika terdapat kode ER, SR, XR, atau keterangan salut enterik, obat wajib ditelan utuh demi mencapai manfaat terapi yang optimal dan menghindari bahaya. Jika benar-benar kesulitan menelan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan apoteker atau dokter untuk meminta alternatif bentuk sediaan lain, seperti sirup atau puyer yang aman, daripada memaksakan diri menggerus tablet yang tidak seharusnya dihancurkan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version