Education

Bahaya Tersembunyi di Balik Cangkir Hangat: Ancaman Mikroplastik dalam Teh Celup

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sindonews.com Bagi jutaan orang di seluruh dunia, menyeduh secangkir teh hangat adalah ritual harian yang identik dengan ketenangan, kesehatan, dan relaksasi. Namun, di balik kepraktisan mencelupkan kantong teh ke dalam air panas, terdapat fakta mengejutkan yang jarang disadari oleh konsumen. Kantong teh yang selama ini kita anggap hanya terbuat dari kertas atau serat alami, ternyata sering kali mengandung material sintetis yang berpotensi melepaskan mikroplastik berbahaya ke dalam tubuh kita. Mengapa Kantong Teh Mengandung Plastik?Industri teh modern kerap menggunakan bahan-bahan seperti nilon, polipropilena, atau plastik jenis lain dalam pembuatan kantong teh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan durabilitas agar kantong tidak mudah robek saat terkena air, menjaga bentuk kantong agar tetap estetis (seperti bentuk piramida yang populer), serta meningkatkan kemampuan filtrasi.

Namun, material sintetis ini memiliki kelemahan fatal ketika berhadapan dengan suhu tinggi. Saat kantong teh tersebut diseduh dengan air mendidih atau air yang sangat panas, struktur polimer pada plastik menjadi tidak stabil. Ketidakstabilan ini memicu pelepasan partikel mikroskopis yang dikenal sebagai mikroplastik (partikel berukuran kurang dari 5 milimeter) dan bahkan nanoplastik yang jauh lebih kecil. Artinya, tanpa disadari, seseorang yang sedang menikmati teh untuk tujuan detoksifikasi atau kesehatan, justru sedang menelan ribuan hingga jutaan partikel plastik tak kasat mata dalam setiap tegukannya. Masuknya partikel asing ini ke dalam sistem pencernaan manusia kini menjadi sorotan utama para ahli kesehatan. Paparan mikroplastik dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang serius.

Salah satu risiko utamanya adalah respons sistem imun tubuh yang menganggap partikel plastik sebagai benda asing, yang kemudian dapat menyebabkan peradangan (inflamasi) kronis. Meskipun penelitian mengenai dampak penuh mikroplastik terhadap manusia masih terus berkembang, potensi bahayanya cukup signifikan untuk membuat kita lebih waspada. Menghadapi risiko ini bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi teh. Ada berbagai langkah bijak yang bisa diambil untuk tetap menikmati teh tanpa rasa was-was. Solusi paling efektif adalah beralih kembali ke cara tradisional, yaitu menggunakan teh serbuk atau daun teh lepas (loose leaf tea). Metode ini tidak hanya menghilangkan risiko plastik dari kantong, tetapi sering kali menawarkan kualitas rasa teh yang lebih premium.

Untuk menyeduhnya, disarankan menggunakan alat penyaring (infuser) yang terbuat dari bahan yang aman dan tahan panas, seperti stainless steel (baja tahan karat), kaca, atau keramik. Jika kenyamanan teh celup sulit ditinggalkan, konsumen harus lebih jeli dalam membaca label kemasan. Pilihlah merek yang secara eksplisit menyatakan penggunaan kantong berbahan dasar serat alami, seperti kertas abaca atau selulosa tumbuhan, yang 100% bebas dari pelapis plastik dan perekat sintetis. Dengan melakukan perubahan kecil pada cara penyeduhan ini, kita dapat meminimalkan kontaminasi plastik dan memastikan bahwa teh yang kita minum benar-benar memberikan manfaat kesehatan, bukan sebaliknya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version