Education

Bahaya Komplikasi GERD yang Bisa Merusak Kerongkongan hingga Paru

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari cnnindonesia.com Penyakit Gastroesophageal Reflux Disease atau yang lebih dikenal dengan sebutan GERD sering kali disalahartikan masyarakat awam sebagai gangguan “sakit maag” biasa. Padahal, kondisi ini memiliki tingkat keparahan yang jauh lebih kompleks dan berpotensi memicu berbagai komplikasi akut yang merusak organ tubuh jika tidak ditangani dengan serius. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi, dr. Ari Fahrial Syam, menekankan bahwa lonjakan asam lambung pada penderita GERD bukan sekadar masalah pencernaan, melainkan ancaman sistemik bagi kesehatan.

‎Dampak Destruktif pada Kerongkongan dan Risiko Kanker Komplikasi paling awal dan paling umum dari GERD terjadi pada saluran kerongkongan atau esofagus. Paparan asam lambung yang naik secara berulang-ulang dapat mengikis dinding kerongkongan, menyebabkan iritasi, perlukaan, hingga peradangan kronis. Dr. Ari memperingatkan bahwa jika peradangan ini dibiarkan tanpa pengobatan optimal dalam jangka waktu lama, sel-sel di kerongkongan dapat mengalami perubahan menjadi lesi prakanker.

‎Dalam jangka panjang, akumulasi kerusakan ini meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus secara signifikan. Kasus kanker akibat GERD ini umumnya baru terdeteksi ketika pasien memasuki usia lanjut, sekitar 50 hingga 60 tahun, sebagai akibat dari paparan asam lambung yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang tepat.

‎Menyerang Organ di Luar Pencernaan (Ekstra-Esofageal) Bahaya GERD tidak berhenti di saluran cerna. Penyakit ini memiliki kemampuan untuk memengaruhi organ-organ lain di sekitar area THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan) dan pernapasan. Dr. Ari menjelaskan bahwa asam yang naik bisa menyebabkan telinga berdenging, gangguan sinus, hingga kerusakan pada pita suara yang membuat suara menjadi serak. Bahkan, asam lambung dapat masuk ke saluran pernapasan, memicu sensasi tercekik dan sesak napas. Gejala ini sering kali memicu kepanikan luar biasa pada pasien karena sensasinya sangat mirip dengan serangan jantung atau gangguan paru-paru akut.

‎Tanda Bahaya dan Lingkaran Setan Kecemasan Pada tingkat yang lebih parah, GERD dapat menyebabkan perdarahan saluran cerna yang ditandai dengan muntah darah, buang air besar berwarna hitam (melena), serta penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas. Selain dampak fisik, GERD juga memiliki korelasi kuat dengan gangguan psikologis. Terjadi hubungan dua arah yang saling merugikan: GERD memicu kecemasan berlebih pada pasien, dan sebaliknya, stres atau kecemasan tersebut justru memicu produksi asam lambung menjadi lebih tinggi, menciptakan lingkaran setan yang sulit diputus.

‎Pentingnya Deteksi Dini dan Perubahan Gaya Hidup Meskipun GERD tidak secara langsung menyebabkan kematian mendadak, komplikasi jangka panjangnya sangat merusak kualitas hidup. Oleh karena itu, langkah medis yang tepat sangat diperlukan. Dr. Ari menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan mendalam seperti endoskopi atau pH metri untuk mengukur tingkat keasaman secara akurat. Pengobatan medis harus dibarengi dengan modifikasi gaya hidup total, meliputi pengontrolan berat badan, berhenti merokok, serta menghindari konsumsi alkohol demi mencegah kerusakan organ yang permanen.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version