Lifestyle

Bahaya Gangguan Pendengaran Picu Risiko Demensia

Published

on

Semarang (usmnews) – Banyak orang sering menyepelekan kesehatan telinga mereka sehari-hari. Mula-mula, mereka suka mendengarkan musik bervolume sangat tinggi. Selain itu, banyak orang sering membersihkan telinga menggunakan alat kapas. Bahkan, bekerja di lingkungan bising juga menjadi kebiasaan biasa. Namun, semua hal tersebut berpotensi besar merusak fungsi pendengaran kita. Oleh karena itu, Anda harus segera mengubah kebiasaan buruk ini. Sebab, kerusakan organ telinga membawa dampak buruk bagi kesehatan otak.

Kaitan Erat Telinga dan Kualitas Hidup

Pertama, pendengaran yang rusak pasti menurunkan kualitas hidup seseorang. Anda akan kesulitan berkomunikasi dengan keluarga tercinta setiap hari. Kedua, masalah telinga ternyata meningkatkan potensi penyakit demensia secara signifikan. Tepatnya, risiko kepikunan ini mengintai Anda pada kemudian hari. Fakta mengejutkan ini berasal dari ulasan media bernama Parade. Bahkan, laporan tersebut terbit pada hari Rabu tanggal 25 Februari 2026. Dengan demikian, kita wajib menjaga fungsi telinga sejak usia muda. Pastinya, kesehatan telinga sama pentingnya dengan kesehatan organ vital lainnya.

Hasil Studi Jurnal Medis Amerika

Selanjutnya, mari kita bahas bukti ilmiah yang sangat kuat. Sebuah studi besar telah terbit pada tahun 2023 yang lalu. Tepatnya, Journal of the American Medical Association mempublikasikan riset ini. Para peneliti menemukan fakta medis yang sangat mencengangkan dunia kesehatan. Ternyata, banyak orang dewasa lanjut usia sering mengabaikan gangguan pendengaran. Mereka membiarkan masalah telinga tersebut tanpa pengobatan medis sama sekali. Akibatnya, mereka memiliki prevalensi demensia 60 persen lebih tinggi. Tentu saja, angka persentase ini tergolong sangat besar dan berbahaya. Oleh sebab itu, masalah telinga butuh penanganan medis secepat mungkin.

Solusi Medis Turunkan Risiko Kepikunan

Lalu, adakah solusi ampuh untuk mencegah risiko demensia ini? Tentu saja, dunia medis telah menyediakan jalan keluar yang terbaik. Namun, pasien harus segera mengobati masalah pendengarannya tersebut. Para ahli sangat menyarankan penggunaan alat bantu dengar bagi lansia. Berdasarkan hasil studi tersebut, pemakaian alat ini sangatlah efektif. Pasien yang rutin memakai alat bantu dengar mampu menurunkan risikonya. Selain itu, alat canggih ini membantu lansia berkomunikasi dengan lancar. Sehingga, otak mereka tetap aktif memproses berbagai informasi suara sekitar. Akhirnya, kualitas fungsi kognitif mereka pada masa tua tetap terjaga.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version