Nasional

Ambisi Purbaya Yudhi Sadewa: Rencana Perombakan Total Bea Cukai dan Direktorat Jenderal Pajak

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari detik.com, Dunia birokrasi dan keuangan Indonesia baru-baru ini dikejutkan oleh pernyataan tegas yang dilontarkan oleh Purbaya Yudhi Sadewa. Sebagai sosok yang dikenal memiliki integritas tinggi dan gaya kepemimpinan yang progresif, Purbaya secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk melakukan reformasi radikal di dalam dua institusi paling vital bagi pendapatan negara: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak. Istilah “obrak-abrik” yang ia gunakan bukan sekadar retorika politik, melainkan sebuah sinyal keras akan adanya perubahan fundamental dalam struktur, budaya kerja, hingga sistem pengawasan di kedua lembaga tersebut.

Latar Belakang dan Urgensi Reformasi

Langkah berani ini diambil di tengah banyaknya sorotan negatif masyarakat terhadap kinerja dan integritas oknum di lingkungan Bea Cukai maupun Pajak. Purbaya menekankan bahwa kedua institusi ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Jika sistem di dalamnya mengalami kebocoran, inefisiensi, atau bahkan praktik korupsi, maka seluruh pembangunan negara akan terhambat. Ia memandang bahwa reformasi tambal sulam tidak lagi cukup; diperlukan tindakan drastis untuk membersihkan “benalu” birokrasi yang selama ini menghambat kemudahan berusaha dan menurunkan kepercayaan publik.

Fokus Perubahan: Transparansi dan Digitalisasi

Dalam rencana “obrak-abrik” tersebut, Purbaya menitikberatkan pada transparansi sistem. Salah satu target utamanya adalah mempercepat proses digitalisasi secara penuh guna meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan wajib pajak atau pelaku usaha. Interaksi fisik ini dianggap sebagai celah utama terjadinya negosiasi ilegal atau pungutan liar. Purbaya ingin membangun sistem yang cerdas dan terintegrasi, di mana pengawasan dilakukan secara otomatis oleh teknologi, sehingga ruang bagi praktik manipulasi dapat dipersempit hingga titik nol.

Selain teknologi, Purbaya juga berencana melakukan penataan ulang terhadap sumber daya manusia (SDM). Ia menekankan pentingnya menempatkan orang-orang dengan integritas tanpa kompromi pada posisi-posisi strategis. Evaluasi kinerja akan dilakukan secara ketat, dan mereka yang terbukti melanggar kode etik tidak akan diberikan ruang untuk bertahan. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan budaya kerja baru yang melayani, bukan membebani masyarakat.

Tantangan dan Ekspektasi Kedepan

Tentu saja, rencana besar ini tidak akan berjalan mulus. Perlawanan dari internal atau pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh status quo diprediksi akan menjadi tantangan terbesar. Namun, Purbaya tampaknya sudah siap dengan segala konsekuensinya. Ia percaya bahwa dengan dukungan politik yang kuat dan keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses ini, transformasi Bea Cukai dan Pajak menjadi lembaga yang bersih dan kredibel bukanlah hal yang mustahil.

Masyarakat kini menunggu pembuktian dari ucapan tegas tersebut. Jika Purbaya berhasil mengeksekusi rencana perombakan ini, Indonesia diprediksi akan mengalami lonjakan pendapatan negara yang signifikan serta iklim investasi yang jauh lebih sehat. Pernyataan ini bukan hanya tentang “mengobrak-abrik” apa yang sudah ada, tetapi tentang membangun kembali sebuah fondasi ekonomi yang lebih kokoh, adil, dan transparan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending

Exit mobile version