Connect with us

Sports

Alonso Pasang Badan Usai Real Madrid Tunduk 1-2 dari Manchester City di Liga Champions

Published

on

Semarang (usmnews) – Dikutip dari sport.detik.com, Laga akbar matchday terakhir lanjutan Liga Champions yang mempertemukan Real Madrid dan Manchester City di Santiago Bernabéu pada Kamis (11/12/2025) dini hari WIB berakhir dengan kekecewaan bagi tuan rumah.

Los Blancos harus mengakui keunggulan The Citizens dengan skor tipis 1-2, sebuah hasil yang memberikan pukulan telak pada momentum moral tim ibu kota Spanyol tersebut.

Real Madrid sebenarnya mampu unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Rodrygo. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Manchester City berhasil melakukan comeback dramatis berkat gol penyeimbang dari Nico O’Reilly dan tendangan penalti yang dieksekusi sempurna oleh mesin gol mereka, Erling Haaland.

Statistik dan Kehilangan Kontrol

Kekalahan Real Madrid ini turut tercermin dari dominasi statistik permainan. Manchester City tercatat unggul dalam penguasaan bola, menguasai 54 persen aliran bola berbanding 46 persen milik Madrid.

Yang lebih mencolok, efektivitas serangan City jauh melampaui tuan rumah, di mana mereka berhasil melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran, sementara Real Madrid hanya mampu membukukan dua tembakan on target sepanjang pertandingan.

Disparitas ini menunjukkan betapa sulitnya Los Blancos menembus pertahanan tim tamu dan menciptakan peluang berbahaya.

Mengomentari performa timnya, Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, mengakui bahwa timnya gagal mempertahankan ritme permainan yang baik. Alonso menyebut bahwa sepuluh menit pertama pertandingan berjalan sesuai rencana, di mana mereka mampu mengendalikan jalannya laga dan bahkan mencetak gol.

Namun, setelah itu, kendali permainan perlahan terlepas.”Kami memulai laga dengan baik khususnya di 10 menit pertama. Namun setelahnya, kami kehilangan kontrol,” jelas Alonso, seperti dilansir dari TNT Sports.

Alonso Membela Skuad dan Menyoroti Krisis Cedera

Meskipun menelan kekalahan di kandang sendiri, Xabi Alonso dengan tegas menolak menyalahkan anak asuhnya.

Sebagai manajer, ia memilih “pasang badan” (mengambil tanggung jawab penuh) dan memberikan pembelaan terhadap perjuangan para pemainnya di lapangan.

Alonso menyoroti situasi internal yang tidak menguntungkan sebagai salah satu faktor mitigasi. “Apalagi kami memang dalam situasi yang tidak baik karena banyaknya pemain yang cedera,” tambahnya, merujuk pada krisis cedera yang mempengaruhi kedalaman skuad dan pilihan taktisnya dalam menghadapi lawan sekuat Manchester City.

Ia menekankan bahwa perjuangan para pemain sudah maksimal, namun lawan yang dihadapi memang superior. “Saya tidak menyalahkan para pemain atas kekalahan ini. Lawan kami juga kuat, sehingga kami kesulitan membuat peluang,” tegasnya, mengakui kualitas permainan The Citizens.

Terkait sorakan atau ejekan dari suporter Real Madrid sendiri yang kerap dikenal menuntut, Alonso memilih untuk melihat sisi positifnya. Ia memahami bahwa ejekan adalah bagian dari dinamika ekspektasi di klub sebesar Real Madrid, tetapi ia juga merasakan dukungan penuh dari tribun. “Soal ejekan dari suporter sendiri? Ya seperti itu adanya, tapi mereka juga menyemangati kami,” tutup Alonso.

Hasil ini membuat Real Madrid sementara menduduki peringkat ketujuh Klasemen Liga Champions dengan koleksi 12 poin dari enam laga, mencatatkan dua kali kekalahan di fase grup. Sementara itu, Manchester City berhasil naik ke peringkat keempat dengan 13 poin, menunjukkan performa yang lebih stabil di kompetisi elite Eropa tersebut.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *