Tech
Akhir Era Sang Pionir: Tesla Resmi Menghentikan Produksi Model S dan Model X

Semarang (usmnews) – Dikutip dari www.cnbc.com Dalam sebuah pengumuman mengejutkan yang menandai berakhirnya sebuah era dalam sejarah otomotif modern, Tesla secara resmi menyatakan akan menghentikan produksi dua kendaraan andalannya, Model S dan Model X. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh CEO Elon Musk dalam panggilan pendapatan kuartal keempat tahun 2025 yang berlangsung pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Keputusan ini secara efektif menutup tirai bagi kendaraan-kendaraan yang telah berjasa melambungkan nama Tesla ke puncak pasar kendaraan listrik (EV) mewah lebih dari satu dekade lalu.
Alasan Strategis dan Penurunan Penjualan

Elon Musk menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah sekadar jeda produksi, melainkan sebuah penghentian permanen. “Sudah waktunya untuk memberikan ‘pemberhentian dengan hormat’ bagi program Model S dan X,” ujar Musk. Ia menjelaskan bahwa langkah drastis ini diambil karena perusahaan kini sedang bergerak menuju masa depan yang sepenuhnya berbasis pada otonomi dan kecerdasan buatan.
Di balik retorika visi masa depan tersebut, data penjualan menunjukkan realitas yang tak terbantahkan. Penjualan kedua model premium ini dilaporkan telah mengalami kejatuhan yang signifikan. Pada kuartal keempat tahun 2025, Tesla mencatat pengiriman hanya sebanyak 11.642 unit untuk kategori “model lain” (gabungan S, X, dan Cybertruck), yang merupakan penurunan tajam sebesar 51% dibandingkan tahun sebelumnya (year-over-year). Untuk keseluruhan tahun 2025, total pengiriman model-model premium ini hanya mencapai 50.850 unit, merosot jauh dari angka 85.133 unit yang tercatat pada tahun 2024. Penurunan permintaan yang drastis ini menjadi katalis utama bagi Tesla untuk merestrukturisasi fokus produksinya.
Transformasi Pabrik Fremont: Dari Mobil ke Robot
Salah satu poin paling radikal dari pengumuman ini adalah rencana masa depan untuk fasilitas produksi legendaris Tesla di Fremont, California. Ruang pabrik yang selama ini digunakan untuk merakit sedan dan SUV mewah tersebut tidak akan dibiarkan kosong. Sebaliknya, Tesla akan mengonversinya menjadi fasilitas manufaktur untuk Optimus, robot humanoid andalan perusahaan.
Langkah ini merepresentasikan salah satu perubahan haluan strategis paling dramatis dalam sejarah industri: sebuah perusahaan mobil yang secara harfiah mengganti lini produksi mobilnya menjadi lini produksi robot. Musk menetapkan target produksi jangka panjang yang sangat ambisius, yakni memproduksi 1 juta unit robot Optimus setiap tahunnya di fasilitas tersebut. Hal ini sejalan dengan pernyataan dalam surat pemegang saham Tesla yang mendefinisikan ulang identitas perusahaan dari pembuat mobil yang berpusat pada perangkat keras menjadi sebuah “perusahaan AI fisik” (physical AI company).
Implikasi bagi Konsumen dan Visi Masa Depan
Bagi para penggemar dan calon pembeli yang masih mendambakan Model S atau Model X, waktu yang tersisa sangatlah terbatas. Musk memberikan peringatan jelas bahwa jika ada konsumen yang berminat membeli kedua model tersebut, “sekarang adalah waktunya untuk memesan.” Tesla dipastikan akan berhenti menerima pesanan baru setelah kuartal pertama (Q1) tahun 2026. Meski demikian, perusahaan berjanji akan terus memberikan dukungan layanan bagi kendaraan yang sudah ada di jalan.

Fokus Tesla kini beralih sepenuhnya pada teknologi masa depan. Dengan peluncuran Optimus Gen 3 yang dijadwalkan pada Q1 2026 dan armada Robotaxi tanpa pengemudi yang kini telah beroperasi di Austin, Texas, Tesla sedang mempertaruhkan masa depannya pada robotika dan otonomi, bukan lagi pada sedan premium yang pernah menjadi simbol status teknologi mereka.







