Connect with us

Sports

AKHIR ERA PASANGAN BULUTANGKIS FAJAR/RIAN: PESAN HARU PERPISAHAN DAN DIMULAINYA EKSPERIMEN BARU GANDA PUTRA INDONESIA

Published

on

Semarang (usmnews) Dikutip dari detiksport Salah satu ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto atau sering disebut FajRi ini, kini telah resmi berakhir. Konfirmasi perpisahan ini datang langsung dari Fajar Alfian, yang mengunggah pesan emosional di media sosialnya, menandai penutupan babak kebersamaan mereka selama 11 tahun di lapangan bulu tangkis.

Dalam unggahan diakun media sosial resmi miliknya Minggu, 2 November 2025, Fajar membagikan kolase foto mereka berdua, menuliskan bagaimana selama 11 tahun, mereka telah berbagi satu mimpi, satu lapangan, dan satu semangat. Fajar menekankan bahwa perjalanan panjang ini telah membuat mereka tumbuh bersama, tidak hanya sebatas rekan kerja, tetapi juga sebagai bagian integral yang membentuk identitas masing-masing.

“Terima kasih telah menjadi bagian dari setiap perjuangan, setiap luka, dan setiap kemenangan kecil yang terasa begitu besar karena kita lewati bersama.Kini jalan kita berpisah,bukan karena kehilangan arah,tapi karena takdir meminta kita tumbuh dengan cara yang berbeda” tulis Fajar.

Fajar menekankan bahwa perjalanan panjang tersebut telah membuat mereka tumbuh bersama, bukan hanya sekadar sebagai rekan kerja, tetapi sebagai bagian integral dari perjalanan hidup satu sama lain yang membentuk identitas mereka saat ini.

Fajar menutup pesannya dengan harapan agar Rian tetap sukses di babak baru dalam kariernya.

Kemitraan Fajar/Rian memang telah menorehkan sejarah gemilang bagi bulu tangkis Indonesia. Selama bersama, mereka berhasil mengumpulkan total 12 gelar BWF World Tour, dimulai dari Syed Modi Internasional 2018 hingga pencapaian prestisius di All England 2024.

Puncak karier mereka adalah saat berhasil menduduki takhta ganda putra nomor satu dunia pada Desember 2022.Proses pemisahan pasangan juara All England dua kali ini sebenarnya telah dimulai secara bertahap sejak turnamen Japan Open pada Juli 2025.

Keputusan ini awalnya dipicu oleh kebutuhan Rian untuk mengambil jeda rehat karena urusan keluarga. Pada saat yang bersamaan, pasangan Muhammad Shohibul Fikri, yakni Daniel Marthin, mengalami cedera yang membutuhkan waktu pemulihan lama. Pelatih lantas mengambil langkah untuk memasangkan Fajar dengan Fikri.

Eksperimen Fajar/Fikri ternyata membuahkan hasil positif. Setelah mencapai perempat final di Jepang, performa mereka terus menanjak dan nyaris konsisten. Duet ini berhasil mencatatkan hat-trick runner-up di tiga turnamen bergengsi: Korea Open, Denmark Open, dan French Open, serta menembus semifinal di China Masters.

Di sisi lain, Rian Ardianto juga diuji dengan beberapa partner berbeda. Ia sempat dipasangkan dengan Yeremia Rambitan untuk China Masters dan Korea Open, kemudian beralih ke Rahmat Hidayat untuk tur Eropa (Denmark, French, dan Hylo Open). Dari serangkaian turnamen tersebut, pencapaian terbaik Rian adalah mencapai babak perempat final di Denmark Open.

Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas, Antonius Budi Ariantho, sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya masih dalam proses mencari kombinasi yang paling ideal untuk sektor ganda putra PBSI. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai formasi baru ini akan ditetapkan paling lambat pada akhir tahun ini.

Keputusan ini sangat strategis, mengingat tahun depan perhitungan poin kualifikasi untuk Olimpiade Los Angeles 2028 akan segera dimulai.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *