International
Presiden Prabowo Subianto Sambut Kehadiran Pemimpin Pimpinan New Delhi di Pangkalan Udara
Semarang (usmnews) – Agenda kunjungan PM India Narendra Modi di tanah air resmi bermula setelah pesawat kenegaraan mendarat mulus pada senin sore kemarin. Presiden RI Prabowo Subianto menyambut langsung kehadiran tamu negara tersebut di area Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur. Kepala negara tampil formal menggunakan setelan jas gelap lengkap dengan peci hitam saat berjalan menuju tangga pesawat. Sementara itu, pemimpin pimpinan New Delhi tersebut memilih mengenakan pakaian putih bersih yang berpadu dengan rompi corak hijau krem.
Kedua pemimpin negara langsung berjabat tangan erat sebelum berjalan bersama melewati barisan pasukan jajar kehormatan militer. Prosesi penyambutan resmi ini juga melibatkan dentuman tembakan meriam sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada kepala pemerintahan asing. Prabowo dan Modi sempat terlibat perbincangan santai berdurasi pendek di dekat kendaraan dinas sebelum meninggalkan area bandara. Kunjungan diplomatik ini menjadi langkah balasan resmi setelah presiden Indonesia melawat ke India pada awal tahun lalu.
Jadwal Pertemuan Bilateral Jakarta dan Rencana Pemugaran Candi Sejarah di Yogyakarta
Selama tiga hari berada di Indonesia, sang perdana menteri memiliki jadwal kerja yang sangat padat di dua kota besar. Agenda utama hari selasa ini berfokus pada pertemuan bilateral tertutup bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Kedua pihak akan membahas penguatan kerja sama strategis pada berbagai bidang kemitraan yang menguntungkan kedua belah negara. Pada malam harinya, Modi terjadwal memberikan pidato kebudayaan di hadapan ribuan komunitas masyarakat India yang menetap di Indonesia.
Keesokan harinya, rombongan delegasi asing tersebut akan bertolak menuju wilayah Yogyakarta sebelum melanjutkan penerbangan internasional ke Australia. Kehadiran Modi ke kota budaya tersebut bertujuan untuk meninjau langsung proyek pelestarian situs warisan dunia Candi Prambanan. Pemerintah India berkomitmen penuh mengirimkan tim ahli arkeologi terbaik mereka untuk membantu proses restorasi bangunan bersejarah tersebut. Kolaborasi intensif ini memproyeksikan mampu mendongkrak angka kunjungan wisatawan global menuju destinasi wisata sejarah di Jawa Tengah.
Sorotan Majelis Ulama Indonesia Terkait Isu Kebebasan Beragama dan Hak Minoritas Muslim
Meskipun fokus pada kerja sama ekonomi dan kebudayaan, agenda kunjungan PM India ini juga mendapat perhatian khusus dari lembaga keagamaan nasional. Majelis Ulama Indonesia menyampaikan harapan besar agar momentum pertemuan bilateral ini turut menyelipkan pembahasan penting mengenai nilai toleransi global. Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim meminta pemerintah Indonesia untuk menyuarakan perlindungan hak-hak beragama bagi kelompok minoritas. Pihaknya menyoroti beberapa laporan internasional mengenai tindakan diskriminasi yang masih menimpa umat muslim di sana.
MUI menilai dialog antar-tokoh agama sangat krusial untuk membangun fondasi kerukunan yang kokoh pada level internasional. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar memiliki posisi tawar strategis untuk mendorong terciptanya perdamaian yang inklusif. Pemerintah India diharapkan mampu menjamin keamanan seluruh warganya tanpa memandang latar belakang keyakinan atau suku tertentu. Kesepakatan bilateral yang lahir dari pertemuan ini idealnya membawa dampak positif bagi penegakan hak asasi manusia di Asia Selatan.