Nasional
Langkah Strategis! PHK Pekerja di Jateng Didampingi agar Kembali Bekerja

Semarang (usmnews) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan langkah pendampingan bagi PHK pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. Sebanyak 756 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi perusahaan.
Pemprov Jawa Tengah memastikan persoalan tersebut akan dikawal, terutama dalam hal pemenuhan hak para pekerja. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah agar para pekerja yang terdampak PHK memiliki kesempatan untuk kembali mendapatkan pekerjaan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak pekerja tetap terpenuhi. Pemerintah akan terus mengawal proses penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang terjadi di perusahaan tersebut.
“Kami melakukan pendampingan-pendampingan untuk mengawal hak-hak para buruh,” kata Taj Yasin seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian, Kota Semarang, Kamis (3/9/2026).
Baca Selengkapnya :

PHK Pekerja Dikawal Pemprov Jateng
Taj Yasin menegaskan bahwa Pemprov Jawa Tengah akan memastikan hak para pekerja yang terkena PHK tetap terpenuhi. Menurutnya, perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikan hak kepada pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pendampingan pemerintah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Dengan adanya pengawalan, para pekerja diharapkan memperoleh informasi dan pendampingan yang diperlukan terkait hak-hak mereka setelah tidak lagi bekerja di perusahaan.
Kasus PHK pekerja PT SGS menjadi perhatian karena jumlah pekerja yang terdampak cukup besar. Sebanyak 756 pekerja harus menghadapi kondisi kehilangan pekerjaan akibat kebijakan efisiensi perusahaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan akan terus mengikuti perkembangan persoalan tersebut. Pendampingan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan hak pekerja, tetapi juga pada upaya membantu mereka agar dapat kembali memperoleh pekerjaan.
Siapkan Peluang Kerja Baru bagi Pekerja
Selain mengawal hak pekerja, Pemprov Jawa Tengah tengah menyiapkan langkah untuk mempertemukan para pekerja terdampak dengan perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.
Taj Yasin menyampaikan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pendalaman dan koordinasi. Pemerintah akan mencari peluang yang memungkinkan para pekerja PT SGS dapat kembali bekerja di perusahaan lain.
Menurutnya, pengalaman kerja yang dimiliki para pekerja menjadi modal penting untuk mendapatkan kesempatan kerja baru. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi perusahaan lain yang sedang membutuhkan tenaga kerja.
Karena itu, Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan baru maupun perusahaan yang sedang melakukan pengembangan usaha. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat efisiensi.
Upaya tersebut menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk mengurangi dampak dari PHK pekerja. Dengan mempertemukan pekerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, mereka memiliki kesempatan untuk kembali memperoleh penghasilan.

Pengalaman Kerja Jadi Modal Penting
Taj Yasin menilai pengalaman yang dimiliki para pekerja PT SGS merupakan potensi yang perlu dimanfaatkan. Para pekerja yang sebelumnya telah memiliki pengalaman di dunia industri tentu mempunyai keterampilan dan pengetahuan yang dapat digunakan ketika memasuki tempat kerja baru.
Karena itu, pemerintah tidak hanya melihat persoalan dari sisi pemutusan hubungan kerja. Pemerintah juga berupaya mencari jalan keluar agar pekerja dapat melanjutkan aktivitas ekonominya melalui kesempatan kerja yang baru.
Langkah ini membutuhkan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama perusahaan yang memiliki kebutuhan tenaga kerja. Pemprov Jawa Tengah akan terus mendalami peluang tersebut agar dapat menemukan perusahaan yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan para pekerja terdampak.
Pencarian peluang kerja baru juga menjadi penting karena kehilangan pekerjaan dapat berdampak terhadap kondisi ekonomi keluarga pekerja. Semakin cepat pekerja mendapatkan pekerjaan baru, semakin besar pula peluang mereka untuk kembali memperoleh penghasilan secara rutin.
Pemprov Jateng Terus Kawal Pekerja
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan persoalan PHK pekerja PT SGS akan terus dikawal. Pendampingan diberikan agar para pekerja tidak hanya mendapatkan kejelasan mengenai hak-haknya, tetapi juga memiliki peluang untuk kembali bekerja.
Taj Yasin menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai perusahaan akan terus dilakukan. Perusahaan yang sedang membuka kesempatan kerja maupun melakukan pengembangan usaha menjadi salah satu pihak yang akan diajak berkoordinasi.
Upaya tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan tidak berhenti pada pemenuhan hak setelah PHK. Pemerintah juga perlu mendorong adanya solusi lanjutan agar pekerja dapat kembali masuk ke dunia kerja.
Bagi 756 pekerja PT SGS, peluang untuk kembali bekerja menjadi hal penting setelah mereka terdampak efisiensi perusahaan. Dengan pengalaman yang telah dimiliki, pemerintah berharap mereka dapat memperoleh kesempatan baru di perusahaan lain.
Pendampingan pemerintah juga diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pekerja selama proses penyelesaian persoalan berlangsung. Para pekerja tetap perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai hak-haknya serta peluang yang dapat mereka tempuh setelah terkena PHK.
Pemprov Jawa Tengah akan terus mengawal proses tersebut melalui koordinasi dengan pihak terkait. Selain memastikan hak pekerja terpenuhi, pemerintah juga berupaya membuka akses terhadap lapangan pekerjaan baru.
Dengan langkah tersebut, PHK pekerja PT SGS diharapkan tidak menjadi akhir dari perjalanan para pekerja di dunia kerja. Pengalaman dan keterampilan yang telah dimiliki dapat menjadi bekal untuk memperoleh kesempatan baru.
Pemerintah pun terus mendorong koordinasi antara pekerja, perusahaan, dan pihak terkait agar penyelesaian persoalan ketenagakerjaan dapat berjalan dengan baik. Upaya membuka peluang kerja baru menjadi bagian dari langkah Pemprov Jateng dalam membantu pekerja terdampak agar dapat kembali bekerja dan mempertahankan keberlangsungan ekonomi keluarganya.







